KOTA - Ribuan siswa dipastikan ’’puasa’’ menerima jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) selama liburan semester. Itu menyusul berhentinya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari berhenti beroperasi sejak Kamis (18/12) kemarin.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (19/12), SPPG yang beralamat di Gang Bancang IV, Lingkungan Karanglo tampak tidak menunjukkan aktivitas operasional. Kantor dalam kondisi sepi. Satu unit mobil pengangkut MBG berlogo Badan Gizi Nasional terparkir rapi di dalam dapur SPPG. ’’Hari ini libur, tidak ada operasional,’’ kata Uli, salah satu petugas SPPG Wates yang sedang berada di lokasi.
Saat ditanya mengenai perihal penyebab mandeknya operasional MBG di tempat ia bertugas, Uli enggan memberikan keterangan lebih lanjut. ’’Yang berkewenangan bicara bukan saya,’’ jelasnya. Di lokasi, Kepala Dapur SPPG Wates Devi Anggraeni juga tidak ada di tempat. Dikonfirmasi melalui WhatsApp, ia menyatakan sedang berada kegiatan di luar. ’’Nggih, saya masih ada rapat,’’ imbuhnya.
Hal serupa disampaikan Satgas Lapangan MBG SPPG Wates, Didik, yang juga tidak berada di lokasi saat didatangi. Ia mengaku masih memiliki urusan di luar. ’’Saya belum bisa mampir ke dapur (SPPG Wates, Red), masih ada urusan yang mau diselesaikan,’’ paparnya.
Sementara itu, hasil pengecekan Jawa Pos Radar Mojokerto di sejumlah lembaga pendidikan menunjukkan distribusi MBG dari SPPG lain tetap berjalan. Bahkan, selama libur semester nanti, siswa tetap menerima jatah MBG. ’’Di kami tetap jalan, nanti siswa yang ambil ke sekolah selama liburan,’’ ujar Kepala SDN Meri, Nurul Huda.
Huda menjelaskan, mulai Senin (22/12) besok, siswa di sekolahnya yang berada di bawah naungan SPPG Meri masih akan menerima MBG. Menu diberikan dalam bentuk ompreng seperti saat kegiatan pembelajaran produktif. ’’Informasinya Senin (22/12) besok masih dalam ompreng, kalau hari-hari selanjutnya mungkin bentuk jajanan ringan,’’ paparnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SMPN 3 Mojokerto yang menerima distribusi MBG dari SPPG Prajurit Kulon. Kepala SMPN 3 Mojokerto, Rejo, memastikan siswa tetap memperoleh manfaat MBG selama libur semester, meski tidak setiap hari. ’’Jalan, tapi tidak setiap hari. Diberikan keringan, diambil satu minggu sekali,’’ tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SPPG Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, yang sempat menjadi percontohan pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto, menghentikan sementara operasionalnya sejak Kamis (18/12). Mandeknya operasional dapur tersebut diduga akibat belum cairnya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
SPPG Wates selama ini menjadi penyedia utama MBG bagi sembilan lembaga pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Akibat belum cairnya dana operasional, dapur tersebut terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan distribusi. Dampaknya, sebanyak 3.247 siswa penerima manfaat kini harus kehilangan jatah MBG mereka. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah