KABUPATEN - Riuh rendah tawa dan tepuk tangan memenuhi aula SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh 2 Mojokerto. Puluhan siswa tampil percaya diri di atas panggung sembari menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris di berbagai lomba menarik.
Mereka saling menunjukkan kemampuan melalui ajang Mutiara English Festival (MEF). Yakni, sebuah event kompetisi internal yang telah menjadi tradisi tahunan sekolah dalam mengasah kemampuan bahasa Inggris siswa dengan cara yang menyenangkan.
MEF lahir dari kepekaan para pendidik terhadap tantangan nyata yang dihadapi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. ’’Kami percaya, belajar tidak harus selalu di dalam kelas dengan suasana formal. Nah, melalui MEF ini, tantangan pembelajaran berubah menjadi kesempatan bagi siswa untuk bersinar,’’ ujar Kepala SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh 2 Fauzi Abdul Basith, kemarin.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas 1 hingga 4 SD tersebut menghadirkan beragam kategori lomba, menyesuaikan tingkat kemampuan masing-masing kelas. Mulai dari speech contest, news broadcaster, storytelling, hingga spelling bee yang menguji ketajaman ingatan dan ketelitian siswa.
’’Yang menarik, ada kategori show and tell, mengintegrasikan kepedulian lingkungan melalui presentasi karya kriya dari bahan 3R (reduce, reuse, recycle), serta writing and performing poem yang mengasah kreativitas sastra,’’ ulasnya.
Dia menuturkan, setiap tahun, MEF hadir dengan tema dan tantangan berbeda. Namun, dengan tetap menekankan pada problem solving dan inovasi kreatif. Pendekatan ini memastikan siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar memahami dan mampu mengaplikasikan bahasa Inggris dalam konteks yang variatif.
’’Kami ingin siswa menghabiskan ”jatah gagal” mereka di usia yang sangat belia. Dengan begitu, mereka belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus ditakuti,’’ ucap dia.
Kegiatan ini dirancang untuk mereduksi kekurangan dan tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran. Ketika siswa terbiasa mengeja, berbicara, dan tampil dengan bahasa Inggris di panggung, mental kompetensi akademik mereka pun meningkat secara alami.
’’Dengan format yang terus berinovasi setiap tahunnya, MEF membuktikan pembelajaran bahasa bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan memberdayakan,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah