Soal Menu Basi, Dikbud Sebut Tak Dilapori Sekolah
KOTA - Imbas menu yang terindikasi basi di sejumlah sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwotengah akhirnya menyalurkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dobel.
Kemarin (28/11), para sekolah yang melayangkan keluhan terkait menu tak layak konsumsi itu dijatah makanan lebih banyak dari hari normal. Pengelola SPPG Purwotengah Hery Kiswanto menuturkan, beberapa sekolah yang sebelumnya menerima menu bakso MBG yang berbau kecut itu mendapat tiga menu sekaligus. Yakni, dua menu jenis kering dan satu jenis menu basah. ’’Untuk mengganti menu yang dikeluhkan kemarin, beberapa sekolah yang mengajukan keluhan sudah kita beri menu pengganti. Jadi, mereka dapat tiga menu,’’ katanya.
Pihaknya menuturkan, penyaluran menu secara dobel itu sebagai pengganti MBG yang sempat dikembalikan lembaga sebelumnya pada Kamis (27/11) lalu. ’’Kita hanya memberikan menu dobel untuk sekolah-sekolah kemarin yang melayangkan keluhan. Kalau yang terlambat, menunya tetap porsi normal,’’ ulasnya.
Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Muntamah menyatakan, laporan menu basi yang terjadi di beberapa lembaga telah dilayangkan langsung ke pihak SPPG. ’’Sekolah laporannya tidak ke kami, kalaupun ada yang basi langsung ke dapur SPPG,’’ terangnya.
Sebelumnya, distribusi program MBG di sejumlah wilayah Kota Mojokerto amburadul. Selain pembagian yang telat, menu masakan juga ditemukan basi atau tidak layak konsumsi. Keluhan tersebut salah satunya terjadi di SD Muhammadiyah Plus, Jalan Taman Siswa, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Rodliyah mengatakan, temuan menu basi tersebut bermula dari salah satu guru mencicipi kuah bakso yang menjadi bagian menu MBG hari itu. Terdiri dari bakso, nasi, mi, irisan sayur kol mentah, tahu putih rebus, dan jeruk.
’’Guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik. Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,’’ ujarnya, Kamis (27/11). Melihat kondisi itu, pihak sekolah langsung melapor ke pengelola SPPG serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto. ’’Banyak yang tidak dimakan. Kata pengelola besok (hari ini, Red) diganti dengan menu keringan. Jadi, besok (hari ini, Red) dapat dobel. Ada 299 siswa yang menerima MBG,’’ imbuhnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi