Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kuah Bakso Basi, Siswa di Kota Mojokerto Enggan Konsumsi MBG

Indah Oceananda • Jumat, 28 November 2025 | 16:15 WIB
DIKEMBALIKAN: Ratusan ompreng MBG di SD Muhammadiyah Plus Kota Mojokerto tertumpuk di aula depan sekolah sebelum dijemput oleh SPPG terkait usai tak dikonsumsi siswa lantaran kuah bakso yang basi.
DIKEMBALIKAN: Ratusan ompreng MBG di SD Muhammadiyah Plus Kota Mojokerto tertumpuk di aula depan sekolah sebelum dijemput oleh SPPG terkait usai tak dikonsumsi siswa lantaran kuah bakso yang basi.

 KOTA - Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Kota Mojokerto amburadul. Selain pembagian yang telat, menu masakan juga ditemukan basi atau tidak layak konsumsi. Keluhan tersebut salah satunya terjadi di SD Muhammadiyah Plus, Jalan Taman Siswa, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan.

 Kepala SD Muhammadiyah Plus Rodliyah mengatakan, temuan menu basi tersebut bermula dari salah satu guru mencicipi kuah bakso yang menjadi bagian menu MBG hari itu. Terdiri dari bakso, nasi, mi, irisan sayur kol mentah, tahu putih rebus, dan jeruk.

 ”Guru mencicipi kuah bakso yang dimasukkan ke cup plastik. Setelah dicicipi memang rasanya agak kecut. Sudah ada beberapa siswa yang makan, tapi tidak sampai habis,” ujarnya, kemarin (27/11). Melihat kondisi itu, pihak sekolah langsung melapor ke pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto. ”Banyak yang tidak dimakan. Kata pengelola besok (hari ini, Red) diganti dengan menu keringan. Jadi, besok dapat dobel. Ada 299 siswa yang menerima MBG,” imbuhnya.

 Saat Jawa Pos Radar Mojokerto mendatangi lokasi, ratusan ompreng MBG terlihat ditumpuk di aula depan sekolah. Paket makanan yang dikemas dalam wadah ompreng dan masih terikat tali rafia itu, ketika dibuka sedikit langsung mengeluarkan bau kurang sedap dan cita rasanya cenderung kecut.

 Akibat keluhan tersebut, distribusi MBG di beberapa titik pun mengalami keterlambatan. Salah satunya di SMP Tamansiswa, sebagai lembaga penerima MBG dari penyuplai yang sama. ’’Ini tadi (kemarin, Red) pagi dikabari ada trouble. Jadi, pengiriman agak telat. Menu baru datang pukul 12.30 tadi,’’ kata Kepala SMP Tamansiswa Adi Siswanto. Menu yang dibagikan kepada para siswa pun sama. Yakni, bakso, nasi, mi, irisan sayur kol mentah, tahu putih, dan jeruk. ’’Alhamdulillah, ini tadi (kemarin, Red) dicek dulu sama guru-guru rasanya normal, tidak kecut, kuah baksonya juga masih panas,’’ terang dia. 

 Sementara itu, Pengelola SPPG Purwotengah Hery Kiswanto membenarkan adanya permasalahan dalam menu MBG yang disajikan kepada para siswa kemarin. ”Iya, mohon maaf. Itu menunya kuah dan bakso dicampur terus masih panas lalu ditutup. Penyebab kecutnya di situ. Harusnya bakso dan kuah dipisah,” jelas Heri.

 Dia menegaskan, memang usai distribusi tersebut pihaknya banyak menerima komplain dari sekolah lain. Di antaranya dari TK Bhayangkari, SDN Gedongan 1, dan SD Katolik Wijana Sejati. ’’Banyak yang komplain sama juga, kuahnya kecut. Karena memang harusnya baksonya dipisah, tapi malah jadi satu sama kuahnya,’’ bebernya.

 Terkait keluhan ini, pihaknya menyatakan akan mengganti paket MBG untuk lembaga yang mengajukan komplain. Sebab, beberapa sekolah penerima program mengajukan keluhan serupa tersebut, akhirnya pihak SPPG memutuskan mengganti menu MBG yang baru untuk disalurkan ke lembaga yang belum kebagian. ”Besok (hari ini, Red) diganti, menu kering dua dan makanan ringan satu. Tadi (kemarin, Red) saya tawarkan ke lembaga yang mengajukan komplain menu pengganti hari ini, karena kita buatkan yang baru lagi. Tapi, mereka tidak mau, mintanya keringan besok,” ujarnya. 

Heri juga mengakui distribusi MBG kali ini memang telat dari biasanya. Dirinya menegaskan, penggantian makanan diberikan hanya kepada sekolah yang melayangkan keluhan. ”Tadi (kemarin, Red) ahli gizi juga sudah datang ke sekolah-sekolah yang komplain. Intinya kami minta maaf,” tandas dia. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Mbg #SPPG #Kota Mojokerto #SD Muhammadiyah Plus #Makan Bergizi Gratis (MBG)