Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

80 Persen Proyek Rehabilitasi Sekolah Tuntas

Khudori Aliandu • Rabu, 19 November 2025 | 15:00 WIB
TUNTAS: TKNP II Sooko menjadi salah satu proyek rehabilitasi yang menjadi prioritas Pemkab Mojokerto di tahun anggaran 2025.
TUNTAS: TKNP II Sooko menjadi salah satu proyek rehabilitasi yang menjadi prioritas Pemkab Mojokerto di tahun anggaran 2025.

Tahun Ini Sentuh 48 Lembaga yang Mengalami Kerusakan

 KABUPATEN – Puluhan paket proyek rehabilitasi dan pembangunan sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto dalam kondisi on progress. Bahkan, pembangunan fisik yang menyasar jenjang TK negeri, SD negeri, dan SMP negeri ini 80 persen tuntas lebih awal.

 Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, pengerjaan proyek sekolah pada tahun anggaran 2025 di lingkungan pendidikan terus digeber. Memasuki akhir tahun ini, sebagian besar pekerjaan fisik bahkan sudah tuntas. ’’Dari 27 paket proyek yang nilai anggarannya di atas Rp 400 juta, alhamdulillah 80 persen pengerjaannya sudah selesai,’’ ungkapnya, kemarin (18/11).

 Sedangkan, 20 persen di antaranya saat ini sedang berproses. Dengan sisa waktu tidak lebih dari dua bulan tutup tahun, dispendik optimistis keseluruhan tuntas. Sebab, tren progres pengerjaan di lapangan juga terbilang positif. ’’Rata-rata progresnya sudah 80 persen, tinggal finishing. Jadi, sisa waktu yang kurang satu bulan lebih ini kita dorong rekanan melakukan percepatan,’’ tandasnya. 

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Dispendik Kabupaten Mojokerto Indi Ilmiyah menambahkan, sebagian besar proyek yang bersumber dari APBD 2025 memang sudah tuntas dikerjakan. Hal itu selaras dengan percepatan pembangunan daerah yang tengah digeber. ’’Dari 80 persen proyek itu sebagian besar selesai lebih awal. Tetapi, ada juga yang sesuai timeline,’’ terangnya. 

Angka tersebut belum lagi paket kecil yang nilainya di bawah Rp 200 juta untuk 21 paket proyek. Keseluruhan pengerjaan, lanjut dia, juga sudah rampung. Tahun ini, setidaknya terdapat 48 paket sekolah rusak yang menjadi fokus perbaikan. Selain rehabilitasi konstruksi atap yang memang sudah lapuk, dispendik juga membangun ruangan kelas baru. Seperti di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina (TKNP) II Sooko dan TKNP I Jetis. ’’Perbaikan ini menyasar setiap jenjang pendidikan. Ada delapan paket untuk rehabilitasi TK negeri, 21 SD negeri, dan 22 paket untuk jenjang SMP negeri,’’ paparnya. 

Melalui program perbaikan ini, Pemkab Mojokerto benar-benar memberi atensi pada peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan. Tak sekadar peningkatan sumber daya manusianya, melainkan juga menjamin sarana dan prasarana (sarpras) yang aman dan nyaman. ’’Sebagaimana komitmen pimpinan, dispendik ingin seluruh bangunan sekolah di Kabupaten Mojokerto memiliki kualitas yang mewadai. Sehingga proses pembelajaran menjadi nyaman dan aman,’’ tandasnya.

 Tak sekadar itu, di bawah kepemimpinan Bupati Muhamamd Albarraa dan Wakil Bupati M. Rizal Oktavian, pada pergeseran efisiensi anggaran sebelumnya pemkab kembali menyuntik anggaran Rp 12 miliar lebih. Ploting itu akan menambah sasaran perbaikan sekolah rusak yang ada di bumi Majapahit. ’’Itu belum termasuk rehabilitasi 17 lembaga pendidikan yang bersumber dari program hasil terbaik cepat (PHTC) revitalisasi sekolah tahun 2025 dari pemerintah pusat,’’ pungkas Indi. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pembangunan sekolah #kualitas pendidikan #proyek rehabilitasi #dispendik kabupaten mojokerto #Peningkatan Mutu