Olimpiade Sains Nasional (OSN) bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wahana strategi dalam mencetak generasi emas. Sebagai guru di SMAN 1 Pacet, bagi Trining Wardiasih, peran pembimbing OSN bukan hanya untuk mengajar ilmu pengetahuan, namun juga menanamkan nilai ketekunan, kejujuran, dan pantang menyerah.
Melalui pembimbing OSN, siswa tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mengalami transformasi karakter dan pola pikir ilmiah. Mereka belajar menghadapi tantangan dan mengasah logika serta kreativitas yang mencetak generasi emas. ”Ketika pertama kali mendampingi siswa dalam ajang OSN fisika, saya merasa semangat mereka seperti bara kecil yang butuh percikan untuk menyala. Banyak dari mereka yang merasa minder, tidak mampu, takut gagal, dan belum yakin dengan potensi mereka,” katanya.
Dari situ dia terdorong menjadi pembimbing OSN fisika. Dia mulai dengan menjaring siswa melalui seleksi internal dan pendekatan personal. ”Saya berusaha menumbuhkan minat mereka terhadap fisika dengan pembelajaran kontekstual, eksperimen sederhana, dan diskusi ilmiah yang menyenangkan. Saya tekankan pentingnya disiplin, kejujuran, dan kerja keras,” paparnya.
Di samping itu, Tri juga rutin mengadakan physics challenge, sesi belajar kelompok, hingga simulasi ujian OSN. Hasilnya, siswa binaan berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat kabupaten dan olimpiade yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri (PTN). ”Dengan semangat, dedikasi, inovasi, dan kolaborasi, bimbingan OSN menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan generasi emas, generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” pungkas peraih juara 1 OSNG Bidang Fisika Kabupaten Mojokerto 2012 ini. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi