SEBAGAI fasilitator pembelajaran PJOK (pendidikan, jasmani, olahraga, dan kesehatan) di SMPN 3 Pacet, Moch. Husain Rifai Hamzah harus mampu menghadirkan inovasi terhadap para peserta didiknya. Berbagai terobosan ditelurkan untuk menjadikan pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan menumbuhkan karakter mandiri.
’’Salah satu inovasi yang kami hadirkan melalui aktivitas gerak terarah yang memberi ruang eksplorasi,’’ ungkap Moch. Husain Rifai Hamzah. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Husain Rifai Hamzah menegaskan, setiap pembelajaran dan pertemuan yang digelar, pihaknya selalu mendorong siswa berpikir kritis, berani mencoba, dan kreatif dalam setiap gerakan.
Kondisi itu diharapkan menjadi stimulus bagi para siswa agar setiap pembelajaran diikuti dengan ceria dan penuh tanggung jawap. ’’Sehingga harapan kami setiap pembelajaran PJOK selalu menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan menumbuhkan karakter mandiri,’’ jelasnya.
Lebih rinci, Moch. Husain Rifai Hamzah menjelaskan, kegiatan gerak terarah yang dilakukan siswa dengan tujuan, aturan, dan pola tertentu. Sehingga tidak asal bergerak. ’’Intinya, bebas bergerak, tetapi tetap punya arah, sasaran, dan kendali dari guru,’’ paparnya.
Kegiatan gerak terarah terang dia, misalnya melatih kelincahan, melatih keseimbangan, dan melatih koordinasi. Siswa boleh berimprovisasi, tapi fokusnya tetap pada tujuan itu. praktisnya, ada batasan atau aturan. ’’Geraknya bebas, tetapi harus mengikuti lintasan yang ditetapkan. Harus menyelesaikan tugas gerak tertentu dan, tidak boleh keluar dari zona latihan,’’ tuturnya.
Benar saja, dengan aktivitas gerak terarah ini, setiap pembelajaran bisa tersampaikan dengan tepat kepada siswa. Para siswa pun akan selalu termotivasi dengan pembelajaran PJOK yang diampuhnya. ’’Jadi, prinsipnya, setiap pembelajaran PJOK, kegiatannya menyenangkan, seperti bermain, tetapi tetap meraih apa yang menjadi tujuan,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi