SEKOLAH sebagai kawah candradimuka pendidikan di Indonesia kini serasa hanya cerita. Minimnya budi pekerti dan akhlak mulia dalam benak siswa saat ini kian menegaskan sekolah hanyalah rutininas. Namun dengan ketulusan dan keteguhan hatinya, Abdul Nasor tetap berusaha mendidik siswa dengan spiritual dan kecerdasan hati.
Khususnya bagi siswa SMPN 2 Puri yang terus diajak belajar secara sinergis dan kolaboratif dalam mengimplementasikan nilai-nilai pelajaran, utamanya pendidikan Agama Islam. Salah satu inovasinya adalah mencetuskan program DISAPA SPENDAPU akronim dari Dirasah Sambut Pagi SMPN 2 Puri.
’’Program ini berpedoman pada teori pembelajaran kuantum yang berprinsip, bawalah mereka (siswa) ke dunia kita, dan ajaklah kita ke dunia mereka. Nilai-nilai dari pembelajaran ini juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari,’’ ujar warga Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro ini.
Dalam praktiknya, DISAPA SPENDAPU dilaksanakan setiap hari Jumat sebelum jam pertama dimulai. Dengan guru menyambut lebih dulu kehadiran siswa di pintu gerbang sekolah dan membudayakan program 5S, yakni salam, senyum, sapa, santun dan sabar.
Setelah itu, siswa diajak berkumpul di halaman sekolah untuk ber-mujahadah bersama. Diawali dengan melantunkan mahallul qiyam sebagai ritual berdiri membaca salawat Nabi, lalu dilanjut istigasah dan doa bersama. Setelah itu, siswa diberi pencerahan dan motivasi terkait penguatan pendidikan karakter oleh kepala sekolah.
Dan dilanjut mengaji kitab Ta’limul Muta’lim sebagai pedoman belajar dengan adab dan etika bagi santri atau murid. Mujahadah diakhiri dengan sarapan bergizi bersama Guru dan murid dengan iringan musik religi grup banjari Al Muflihun SMPN 2 Puri. ’’Alhamdulillah, ikhtiar sejak 2022 ini berlangsung dengan baik dan membawa perubahan signifikan terkait nilai-nilai akhlakul karimah. Terlihat dari perubahan sikap dan perilaku murid yang semakin berkarakter dan beradab,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi