Ridha Rahmatul Aula, S.Psi, merupakan guru bimbingan dan konseling (BK) yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak tahun 2006 hingga sekarang. Selama hampir dua dekade, pendidik di SMPN 1 Pacet ini memandang bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan. ”Bagi saya, menjadi seorang guru merupakan panggilan hati untuk menuntun, mendampingi, dan menumbuhkan potensi peserta didik secara utuh,” ungkapnya.
Dalam kiprahnya, dia berfokus pada pengembangan layanan BK yang humanis dan transformatif. Yakni, dengan memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter, penguatan resiliensi, serta pengelolaan emosi peserta didik. Di samping itu, dia dikenal sebagai sosok yang inspiratif, reflektif, dan kolaboratif. Bahkan, Ridha juga turut berperan aktif membangun budaya sekolah yang berpihak pada kesejahteraan psikologis siswa.
Guru yang juga pernah menjadi pengurus Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) di tingkat sekolah maupun wilayah ini terlibat langsung dalam memperkuat jejaring profesional guru BK dan mendorong peningkatan mutu layanan melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Dalam beberapa tahun terakhir, dia dipercaya menjadi calon fasilitator daerah (Cafasda) pada program 7 Jurus BK Hebat Provinsi Jawa Timur yang berfokus pada penguatan kompetensi sosial-emosional guru BK dan guru mata pelajaran.
Melalui peran tersebut, Ridha terus menebarkan semangat perubahan positif, mendampingi rekan sejawat, dan menginspirasi penerapan nilai-nilai Guru BK Hebat: Hadir, Dekat, dan Bermakna. Lebih dari sekadar prestasi profesional, Ridha menemukan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri saat melihat peserta didik yang dulu dicap bermasalah tumbuh menjadi pribadi yang berhasil dan berkontribusi positif bagi lingkungannya. ”Setiap perubahan kecil dalam diri peserta didik adalah cermin kebermaknaan peran seorang guru BK,” tuturnya.
Dengan pengalaman, kepedulian, dan dedikasi yang tulus, Ridha berupaya untuk terus melangkah sebagai pendidik yang menyentuh hati, menuntun dengan nurani, dan menebarkan makna bagi sesama. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi