Guru bahasa Indonesia SMPN 1 Kemlagi Faesal Abidin sukses membawa anak didiknya meraih juara mendongeng hingga yang terbaru masuk daftar 50 besar lomba menulis resensi. Hasil ini merupakan buah dari dedikasinya dalam membimbing siswa agar berkembang sesuai minat dan kebutuhan.
Dalam pembelajaran di kelas, Faesal bisa menerapkan pendekatan berbasis digital, individu, maupun kelompok disesuaikan dengan kondisi. Namun, yang pasti, dirinya selalu menekankan agar murid terbiasa menulis. ”Untuk materi menulisnya, biasanya saya berikan kebebasan menulis di luar kelas,” ucap Guru Penggerak dan pengajar praktik pada Program Guru Penggerak itu.
Tak jarang pula, Faesal menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mengasah kemampuan siswa. Salah satunya dengan membuat Kumpulan Fabel Sahabat Alam yang menjadi inovasi kelas. Di sisi lain, dirinya juga menjadi pembina ekstrakurikuler jurnalistik dan ketua Adiwiyata sekolah.
Soal prestasi, kiprah Faesal tak perlu diragukan lagi. Terakhir, dia membawa muridnya menjadi juara 1 FLS3N Lomba Mendongeng Tahun 2025 tingkat Kabupaten Mojokerto. Baru-baru ini, salah satu siswanya juga masuk dalam tahap 50 besar lomba menulis resensi jenjang SMP dan SMA di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto.
Bagi Faesal, komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci anak didiknya mampu meraih prestasi. Dirinya selalu mengarahkan siswa sesuai minat dan bakatnya. Kebutuhan yang mereka perlukan untuk pengembangan diri juga dipenuhi dengan cara menggandeng guru lain di SMPN 1 Kemlagi. ”Jadi, selain saya bimbing sendiri, saya berkolaborasi dengan guru-guru lain,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi