Selain dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam kancah olahraga di Kabupaten Mojokerto, Didik Dwi Waloya, S.Pd, merupakan sosok pendidik yang berdedikasi. Lewat pembelajaran yang mengandalkan metode pembiasaan, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di SMPN 2 Pacet itu mampu membawa anak didiknya meraih prestasi di berbagai bidang olahraga.
Sebagai pendidik, Didik memiliki prinsip bahwa tugas guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pembelajaran. Lebih dari itu, seorang pendidik harus mampu menumbuhkan karakter positif anak. Aspek moralitas dan akhlak ini ditanamkan sejak kelas VII karena menjadi landasan siswa. ”Kemudian yang beri saya fondasi kepada anak-anak juga prestasi, utamanya di jenjang PJOK,” katanya.
Dalam pembelajaran sehari-hari, Didik dan guru lain mengolaborasikan aneka pendekatan pembelajaran untuk mendorong siswa berkembang sesuai minat dan bakat. Salah satunya buktinya, SMPN 2 Pacet jadi langganan juara dalam lomba story telling bahasa Inggris. Khusus di bidang olahraga, Didik menerapkan metode pembiasaan yang mendorong siswa memanfaatkan setiap waktu luang untuk berlatih.
Misalnya, ketika jam istirahat. Cara ini terutama dilakukan ketika akan menghadapi perlombaan. Hasilnya, baru-baru ini mereka meraih juara dalam kejuaraan olahraga tradisional egrang. ”Jadi, saya siapkan semua alat-alatnya, mereka bisa latihan di luar jam pelajaran. Di samping itu ada juga ekstrakurikuler,” tuturnya.
Prestasi yang ditorehkan Didik selama menjadi pengajar di SMPN 2 Pacet terentang juga dalam berbagai perlombaan. Seperi kejuaraan karate tingkat Kabupaten Mojokerto dan masih banyak lagi prestasi di cabang olahraga woodball yang menjadi spesialisasi Didik.
Ya, selain menjadi guru, Didik adalah ketua Indonesia Woodball Association (IwbA) Kabupaten Mojokerto. Dia telah menorehkan prestasi di berbagai ajang dan taraf. Saat ini, dirinya juga menjabat sebagai ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kabupaten Mojokerto dan berfokus menyiapkan atlet untuk menghadapi ajang Porprov X Jatim 2027 mendatang. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi