Total physical response alias TPR adalah jurus andalan Anita Khurniawati dalam memberi pelajaran bahasa Inggris pada siswa. Guru SMPN 2 Kemlagi ini memberikan metode tersebut untuk melibatkan murid dalam kegiatan fisik yang merespons perintah lisan dalam bahasa Inggris. Metode TPR disusun dengan koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action), serta berusaha untuk mengajarkan bahasa Inggris melalui aktivitas fisik (motorik).
Metode ini mengandung unsur gerakan permainan, sehingga dapat menghilangkan stres pada siswa saat pembelajaran. ’’Metode ini sering saya terapkan, mengingat sebagian besar murid SMPN 2 Kemlagi memiliki gaya belajar kinestetik. Di mana mereka cenderung lebih tertarik belajar melalui pengalaman langsung atau praktik,’’ katanya.
Menurutunya, dengan metode TPR siswa menjadi lebih senang diajak bereksperimen, bermain peran atau membuat model. Dia menilai, para siswa membutuhkan aktivitas fisik seperti gerak atau sentuhan untuk memahami materi dengan baik. ’’Sehingga, kami menyediakan berbagai macam media pembelajaran bahasa Inggris untuk memenuhi kebutuhan belajar murid,’’ paparnya.
Salah satunya dengan membuat permainan tradisional engklek atau hopscotch di halaman belakang sekolah. Hal itu supaya murid bisa bermain sambil belajar materi verb to be. ’’Permainan ini bisa dimainkan oleh seluruh jenjang, mulai kelas 7 hingga kelas 9. Ini dapat menstimulasi otak dan gerak murid. Sehingga, membuat mereka tidak hanya cakap berbahasa Inggris, namun menjadi lebih sehat karena terdapat aktivitas fisik yang menyenangkan di dalamnya,’’ tukas Anita. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi