BAGI Efa Nofiyaningrum, S.Pd, menjadi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila tak melulu soal penananam nilai-nilai dasar negara. Membentuk karakter positif siswa dengan menanamkan perilaku baik setiap hari juga tak kalah penting.
’’Karena akhlak mulia lebih utama daripada ilmu,’’ ujar Nofi, sapaan karibnya. Menurutnya, membentuk karakter positif dan menanamkan nilai Pancasila bisa dilakukan dengan banyak cara. Mulai dengan menjadi teladan dan memfasilitasi pembelajaran, pembiasaan disiplin, cinta tanah air, hingga musyawarah.
Sejak menjadi pengajar di SMPN 1 Dlanggu lima tahun terakhir, ada banyak terobosan pembelajaran yang Nofi telurkan untuk mengembangkan karakter anak didik. Salah satunya, BESTARI (Bangun Empati, Satu Perbuatan Mulia Tiap Hari). Para siswa, baik jenjang kelas 7 hingga 9, dibiasakan setidaknya melakukan satu perbuatan mulia setiap hari.
Selanjutnya, dengan memanfaatkan platform digital, para siswa meng-input perbuatannya tersebut di https://portofoliorifqiakbar.my.canva.site/bestari-catatan-empati-harian. ’’Dalam link itu, kemudian anak bisa mendapatkan respons berupa tingkat empati yang dimiliki,’’ paparnya.
Dari situ, para peserta didik membiasakan berperilaku positif setiap saat yang bisa diterapkan di tengah kehidupan bermasyarakat. Penanaman akhlak mulia ini diharapkan mampu menekan dampak negatif derasnya arus informasi di zaman serba digital saat ini. ’’Karena kendala kami ada pada merosotnya nilai karakter siswa bawaan pendidikan keluarga,’’ terang peraih Juara 2 Video MPLS tahun 2024 ini.
Pihaknya berharap, seluruh stakeholder pendidikan turut fokus pada pengembangan pola pikir bertumbuh (growth mindset) bagi siswa agar mampu menyesuaikan perkembangan zaman. ’’Sesuai dengan pesan Ali bin Abi Thalib: ’’Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya,’’ imbuh peraih peringkat lima Video Senam Anak Indonesia Hebat dari BBGP Jatim ini. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi