Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Edukasi Peserta Didik Memahami Kearifan Budaya Lokal lewat Batik

Indah Oceananda • Kamis, 13 November 2025 | 05:22 WIB

Bambang Parikesit, S.Pd, SMAN 1 Gondang
Bambang Parikesit, S.Pd, SMAN 1 Gondang
 

Pembelajaran mendalam (deep learning) dapat meningkatkan kualitas peserta didik. Oleh karenanya, guru dituntut memiliki metode atau tips cerdas saat melakukan pembelajaran. Di sinilah daya kreativitas dan kompetensi seorang guru sangat dibutuhkan, agar pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna dan berdampak.

 Bambang Parikesit menjadi salah satu guru yang terbilang inspiratif. Pengajar mata pelajaran seni budaya di SMAN 1 Gondang, ini menjadikan batik untuk melakukan pembelajaran mendalam. Apalagi, batik menjadi salah satu warisan budaya tak benda (WBTB) yang sudah diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009. 

”Batik itu warisan nenek moyang sekaligus aset bangsa Indonesia. Banyak hal yang dapat dilakukan ketika batik menjadi ruh pembelajaran seni budaya disekolah. Pastinya, lewat batik kita bisa mengedukasi peserta didik memahami kearifan budaya lokal,” ujar lelaki kelahiran April 1983 yang juga pembina ekskul batik itu. 

Melalui batik, guru dapat melakukan penguatan pendidikan karakter. Terlebih, batik memiliki kekhasan yang berbeda-beda antardaerah. Sehingga, peserta didik minimal memiliki karakter kebhinekaan dan rasa cinta Tanah Air.Penumbuhan karakter lainnya, seperti memiliki daya kritis, teliti, kreatif, sabar, hingga mampu menghargai hasil karya orang lain. Batik tidak semata-mata menjadi bagian karya seni, tetapi juga mampu menunjukkan kearifan budaya lokal dan karya cipta karsa yang elegan.

 ”Melalui kegiatan membatik, sejatinya guru sudah mengajak peserta didik untuk bertindak kreatif. Tindakan itu didasari daya berpikir kritis dan imajinasi atas kekayaan daerahnya masing-masing,” imbuh pembina Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) Nasional ini. 

Dia juga telah menciptakan puluhan motif batik inspiratif. Terbukti, puluhan sekolah, instansi, perusahaan, dan bahkan beberapa desa, telah menggunakan motif batik karyanya. ”Dalam pembelajaran, kita harus membuat tahapan dalam membatik. Sehingga, peserta didik mampu memahami estetika batik secara komprehensif. Pembelajaran mendalam pun pasti dapat dilakukan dengan baik,” ungkap pakar desain motif batik sekaligus owner Mydebz Batik Mojokerto itu. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#guru favorit #batik #sman 1 gondang mojokerto #Kearifan Budaya Lokal #Deep Learning