Stigma matematika sebagai momok bagi peserta didik berupaya untuk terus dikikis oleh Whidia Novitasari. Pendidik asal SMPN 2 Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini mengubah suasana pembelajaran yang kerap dianggap sulit dan rumit ini menjadi menyenangkan.
Setiap bertatap muka dengan siswa, Whidia memiliki jurus andalan untuk memecah kebekuan dan mengusir ketegangan. Para siswa diajak untuk melakukan pemanasan sebelum pembelajaran dimulai. ”Jadi, pemanasan itu tidak hanya untuk olahraga, tapi di awal pembelajaran siswa juga melakukan pemanasan dengan latihan soal dari materi-materi yang sudah disampaikan sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, metode drill soal tersebut mampu memberi suntikan semangat bagi siswa. Sebab, papar Whidia, anak-anak merasa tertantang dan termotivasi untuk mengerjakan tugas. Tentunya, hal tersebut tidak dilakukan dengan suasana tegang dan kebosanan. Pasalnya, pendidik yang mengabdi hampir dua dekade ini juga menerapkan pendekatan kepada siswa dengan berkomunikasi secara interaktif. ”Jadi, ketika belajar sama anak-anak juga bisa sambil bermain. Saya berusaya untuk mendekati dan mendengarkan cerita mereka,” imbuhnya.
Dengan komunikasi dua arah tersebut, suasana kelas menjadi lebih hangat dan akrab. ”Memang, tujuan saya hanya ingin mengenalkan anak-anak bahwa matematika itu menyenangkan, karena selama ini matematika itu dipandang sebagai momok,” tambah Guru Penggerak angkatan ke-5 di Kabupaten Mojokerto ini. Selain sebagai pengajar, Whidia juga dikenal memiliki dedikasi tinggi di dunia pendidikan. Dia juga dipercaya untuk masuk dalam tim kurikulum sekolah dan Pokja Sampah untuk mengantarkan SMPN 2 Sooko menuju predikat Adiwiyata Mandiri.
Di samping itu, Whidia juga diamanahi sebagai pembimbing Olimpiade Sains Nasional (OSN). Selain menyiapkan siswa-siswa yang berbakat di bidang matematika, dia juga melakukan seleksi berjenjang guna mencari bibit-bibit unggul untuk berkompetisi dan meraih prestasi. ”Jadi, dari lomba antarkelas, kami menemukan siswa untuk dibina rutin dan diterjunkan ke OSN,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi