Bagi Eka Sri Wahyuni S.Psi, M.Psi, Psikolog, menjadi guru bimbingan konseling (BK) memiliki arti untuk berperan dalam peningkatan kualitas kepribadian diri dan siswa. Sehingga, pendidik yang berdinas di SMPN 1 Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, ini berikhtiar untuk membawa perubahan positif terhadap perbaikan sistem pendidikan dan pelayanan kepada murid. ”Hal pertama yang saya pikirkan saat saya diterima sebagai PNS guru BK adalah bagaimana memberikan layanan BK yang empatik, partisipatif, dan bermakna,” ungkap Eka.
Tak heran, jika selama 17 mengabdi, perempuan kelahiran 19 Februari 1983 ini berupaya meningkatkan pengetahuan tentang psikologi dan layanan BK ke arah yang lebih positif. Dalam pelaksanaannya, alumnus UIN Malang ini menerapkan strategi yang dinamakan BK-CERIA-PF. Antara lain dengan menjalin collaboration antarguru, antarunit kerja, dengan orang tua, serta masyarakat. Kolaborasi lintas unsur ini bertujuan untuk membina siswa secara manusiawi dan berdampak.
”Dengan menciptakan komunikasi positif dan relasi empatik serta hubungan interpersonal yang hangat dengan siswa, maka akan menciptakan efek positif yang lebih besar melalui kerja sama demi pengembangan potensi siswa,” tuturnya. Selanjutnya, Eka juga membangun emotional management dengan mengimplementasikan mindful listening atau non-judgmental listening. Yakni, berusaha mendengarkan siswa dengan penuh perhatian tanpa menghakimi serta afektif. ”Jadi, menggunakan bahasa hati yang tulus dan menenangkan ketika berkomunikasi dengan siswa,” imbuh sosok yang juga menjadi psikolog ini.
Di samping itu, layanan BK juga diharapkan dapat menjadi media refleksi diri untuk membantu siswa melihat ke dalam diri sendiri atas tindakan yang dilakukan agar mampu bertumbuh secara positif. Termasuk juga menciptakan suasana yang inklusif dengan tempat yang ramah, mengakomodir perbedaan, serta memberikan kesempatan belajar dan berkembang yang setara bagi semua siswa.Di dalam strategi BK-CERIA-PF, juga diterapkan aksi creatif, membentuk peer counselor, serta follow-up secara konsisten. Eka mengatakan, melalui metode tersebut mencerminkan 7 jurus BK hebat secara utuh. ”Tujuh jurus BK hebat ini sebagai upaya peningkatan kompetensi agar layanan BK di sekolah dapat dioptimalkan,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi