Selalu dihadapkan dengan siswa generasi Z membuat Muhammad Ricko Aji Saputro, M.Pd, mesti menjadi pengajar yang relatable dengan era kekinian. Tak sekadar menularkan ilmu pengetahuan, Ricko merasa harus memahami dunia para anak didik agar pembelajaran lebih optimal. Hal ini diterapkannya selama 6 tahun mengajar bahasa Indonesia di SMP 2 Trans-Sains Nurul Islam, Kecamatan Pungging. ”Saat ini guru harus bisa menjadi pendengar yang baik, membantu permasalahan, bahkan mengerti apa yang sedang tren dan siswa sukai,” terangnya.
Sebab, lanjut dia, para Gen Z lebih tertarik dengan sesuatu hal yang berkaitan dengan kegemaran mereka. Sehingga, Ricko mesti membuat dirinya disenangi para siswa terlebih dahulu dengan masuk ke dunia Gen Z, agar mereka tertarik dengan pembelajaran yang akan dibahas. ”Contohnya, para siswa kita tugasi untuk menafsirkan lirik lagu berjudul Mangu yang mereka sukai dengan masing-masing pendapat dan pengalaman pribadi mereka,” urai guru sekaligus wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini.
Dia meyakini, membangun good mood para siswa akan membuat pembelajaran lebih efektif dan optimal. Baginya, membangun suasa belajar dan karakter yang berbeda menjadi salah satu aspek penting. ”Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik. Jangan paksa anak-anak untuk terus-terusan lebih baik, bantu mereka untuk menemukan apa yang beda dalam diri mereka,” tutur peraih predikat magister lulusan terbaik Universitas Dr. Soetomo Surabaya tahun 2024 ini.
Apa yang dilakoninya sejauh ini, diharapkan mampu menjadikan dunia pendidikan sebagai tempat nyaman dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu. Sekaligus dapat membantu anak didik mengasah dan mendalami masing-masing keahliannya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi