SEJAK dua tahun didapuk sebagai Kepala SDN Candiwatu, Kecamatan Pacet, sejumlah terobosan program pembelajaran ditelurkan Moh. Ainur Rokhim, S.Ag, M.Pd. Mulai dari pembiasaan religius bagi para siswa hingga digitalisasi pembelajaran. Tujuannya tak lain, agar para anak didik mampu mengenali dan menggali masing-masing potensi diri.
Rokhim mengutarakan, ada sejumlah program unggulan yang konsisten diterapkan di SDN Candiwatu. Pertama, pembiasaan religius. Para siswa diajak salat Duha, dzikir, tahlil, istigasah, hingga doa bersama setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. ’’Dengan bekal agama yang kuat, ilmu dan ketrampilan yang dikuasai siswa tidak disalahgunakan. Tetapi untuk kemaslahatan umum,’’ jelasnya.
Kemudian, student leadership. Sejak dini para siswa dilatih memimpin dan tampil dihadapan banyak orang maupun publik. Baik dengan berpidato maupun memimpin salat berjamaah. Selain itu, program sapasaber atau sarapan pagi bersama-sama itu berkah. kegiatan ini digelar setiap Jumat Legi usai kegiatan istigosah dan doa bersama. ’’Juga program digitalisasi pembelajaran, anak-anak dilatih untuk melek teknologi dan hidup maju sesuai perkembangan zaman. Dan kita biasakan siswa untuk peduli lingkungan dengan adanya mitra bank sampah desa,’’ terangnya.
Rokhim menjelaskan, serangkaian terobosan pembelajaran ini tak lepas dari peran banyak pihak. Selain internal, juga pemerintahan, swasta, hingga tokoh masyarakat. ’’Jika siswa mampu mengenali Allah SWT, mereka menjadi tahu potensi, fitrah, dan kodrat alam. Sejatinya pendidikan untuk mengantarkan anak agar mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alam dan zamannya,’’ sebut Rokhim.
Selama dua tahun terobosan pembelajaran ini digulirkan, SDN Candiwatu panen prestasi. Salah satunya, menjadi juara 3 School Religious Culture tingkat Kabupaten Mojokerto. ’’Kami berharap pemerintah mendukung penuh program sekolah untuk belajar mendalam serta menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat sehari-harinya,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi