Sebagai Kepala SDN Beratwetan 1, M. Yusuf, S.Pd, mempunyai tanggung jawab moral dalam mencerdaskan dan membentuk karakter positif peserta didiknya. Berbagai metode pembelajaran pun digalakkan. Mulai dari pemanfaat teknologi hingga feedback dan refleksi pembelajaran bagi siswa.
’’Banyak inovasi yang kami lakukan dalam setiap pembelajaran. Sehingga, menjadikan pembelajaran nyaman dan tersampaikan,’’ ungkap M. Yusuf. Pertama, penerapan pemanfaatan teknologi. Pihaknya tak jarang menggunakan aplikasi dan platform online untuk memfasilitasi pembelajaran. Seperti Google Classroom, Zoom, atau Edmodo. Selanjutnya ada pembelajaran berbasis proyek.
Sebagai seorang pendidik, dia kerap memberikan proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa. ’’Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, kami menerapkan diskusi dan kolaborasi antarsiswa,’’ tegasnya.
Selanjutnya, kata M. Yusuf, ada pembelajaran personal. Strategi ini dimanfaatkan sebagai pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu siswa. Tak sekadar itu, untuk membantu siswa memahami konsep yang kompleks, guru juga memanfaatkan media visual.
Seperti menggunakan gambar, video, dan animasi. ’’Sedangkan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif, kami menggunakan permainan dan simulasi,’’ jelasnya. Sementara pada sesi akhir, pihaknya memberikan feedback yang konstruktif dan mendorong siswa untuk merefleksikan pembelajaran mereka. ’’Dan alhamdulillah, strategis atau metode yang kami pakai ini sudah teruji dan efektif untuk setiap kali pembelajaran berlangsung,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi