POSTER adalah sarana komunikasi visual yang efektif untuk menyampaikan pesan singkat, menarik, dan persuasif. Sebagai guru di SMPN 2 Jatirejo, Anik Sri Wahyuni memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran untuk penguasaan kompetensi pada siswa dalam pengembangan media literasi dan keterampilan abad ke-21.
Di era digital, menurutnya, media sosial merupakan platform alami bagi remaja untuk berkomunikasi. Di sisi lain, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbimbing publik untuk menampilkan karya, mendapatkan umpan balik, dan mempelajari kewarganegaraan digital. ’’Jadi saya manfaatkan media sosial ini agar siswa bisa membuat pesan visual yang akurat, etis, dan menarik,’’ kata Wakasek Kurikulum SMPN 2 Jatirejo ini.
Untuk metodenya, Anik menggunakan Project-Based Learning (PBL). Di mana, dengan fase desain poster digital dan publikasi di akun media sosial untuk kompetisi internal. ’’Siswa bekerja dalam kelompok empat orang anggota, kemudian melakukan penelitian singkat, membuat poster menggunakan alat platform digital dan diunggah ke media sosial dengan caption singkat dan hashtag pembelajaran,’’ paparnya.
Lewat inovasi ini, ia bisa menyediakan ruang praktik nyata untuk menggabungkan kompetensi kurikulum. Menurutnya, dengan pengelolaan etika dan moderasi yang baik, media sosial menjadi alat pembelajaran yang memperkuat motivasi. ’’Selain itu meningkatkan relevansi materi, dan mempersiapkan siswa menjadi pengguna media yang cerdas dan bertanggung jawab,’’ tandas pengurus MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Mojokerto ini. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi