SELAMA menjadi guru, Iwan Setiawan meyakini pembelajaran tidak boleh berhenti pada rutinitas menjelaskan materi di depan kelas. Siswa masa kini hidup di era digital, sehingga pendekatan konvensional sering kali tidak lagi efektif.
Dari kesadaran itulah, guru SMKN 1 Jatirejo ini mengembangkan inovasi pembelajaran interaktif berbasis QR Code bernama QR HUNT. Inovasi tersebut ia rancang untuk menjawab tantangan klasik di ruang belajar. ’’Melalui QR HUNT, setiap materi dan instruksi pembelajaran saya ubah menjadi QR Code yang ditempel di berbagai titik di lingkungan sekolah. Siswa saya ajak untuk berburu kode tersebut, lalu mendiskusikan isi atau soal yang muncul secara berkelompok,’’ kata nominator 50 besar EJIES Provinsi Jawa Timur 2025 ini.
Kegiatan belajar pun berubah, menjadi petualangan yang dinamis dan menyenangkan. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bergerak, berinteraksi, dan bekerja sama. ’’Hasilnya nyata. Motivasi belajar meningkat dan nilai rata-rata siswa naik. Guru pun lebih mudah mengelola kelas karena materi dan instruksi tersedia secara digital dan menarik,’’ bebernya.
Di samping itu, Iwan juga berupaya memahami kondisi sosial ekonomi siswa agar kebijakan sekolah dapat tepat sasaran. Itu lewat pengembangan inovasi berbasis data, yakni Analisis Regresi Logistik Biner pada Keluarga Siswa. ’’Inovasi ini muncul dari keprihatinan di masa pandemi. Ketika banyak keluarga siswa mengalami kesulitan ekonomi, sementara penentuan penerima beasiswa masih bergantung pada dokumen administratif,’’ paparnya.
Dia berusaha menghadirkan pendekatan yang lebih objektif. Yakni dengan memanfaatkan data tagihan listrik rumah tangga sebagai indikator tingkat kesejahteraan keluarga. ’’Melalui metode regresi logistik biner saya kombinasikan dengan 13 variabel pendukung lainnya. Pendekatan ini membantu sekolah menetapkan kebijakan bantuan pendidikan yang transparan dan berbasis bukti nyata,’’ tandas peraih Juara III dalam ajang GCC (Guru dan Tenaga Kependidikan Creative Camp) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur 2021. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi