”Tuhan Maha Asyik,”. Setidaknya ungkapan tersebut yang mendasari Moch. Samsul Arifin untuk terus berupaya memajukan SMPN 3 Kuorejo yang kini menjadi tempatnya mengabdi. Terjun ke dunia pendidikan selama 20 tahun, membuat Samsul tak patah arang dalam membawa impian anak didiknya meraih prestasi.
Kendati baru diangkat sebagai guru PPPK dua tahun lalu, tetapi tak menyurutkan niatnya untuk terus menebarkan ilmu. ”Saya punya niat kalau memang sudah jadi PPPK dan ditempatkan di SMPN 3 Kutorejo, saya akan memajukan sekolah ini,” katanya.
Dan, saat ini keinginannya tersebut terkabulkan. Berangkat dari situ, Samsul semakin giat mendorong siswanya mulai tampil di berbagai ajang perlombaan. ”Alhamdulillah, selama dua tahun terakhir ini ada peningkatan prestasi yang diraih anak-anak SMPN 3 Kutorejo. Karena memang anak-anak kita bina agar berani ikut lomba,” ulasnya.
Tak sekadar mendorong siswa berprestasi, Samsul juga aktif dalam mem-branding SMPN 3 Kutorejo. Setidaknya, hal itu dibuktikan dalam keterlibatan di tim Adiwiyata sekolah. ”Untuk mendukung Adiwiyata sekolah, kita ada program namanya Timsar alias tim sampah anorganik,” imbuhnya.
Dengan program Timsar, seluruh kelas berlomba-lomba meminimalisir sampah. Sebab, lanjut dia, jika kelas bersih dari sampah, nantinya para siswa akan mendapat reward. ”Alhamdullillah, tahun ini sekolah kami menuju Adiwiyata nasional berkat adanya program Timsar juga,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi