Di balik kesuksesan akademik siswa SMPN 2 Trawas, ada sosok guru yang tenang dan penuh dedikasi. Dia adalah Siti Marpuah, S.Pd. Bukan hanya dikenal sebagai pengajar matematika yang piawai, tetapi dia juga menjadi inspirasi nyata bagi rekan sejawat dan peserta didik.
Alumni Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang ini telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak tahun 2003 hingga sekarang. Di SMPN 2 Trawas, dia dikenal tidak hanya karena kecerdasannya dalam mengajarkan konsep matematika yang kompleks menjadi sederhana, tetapi juga karena ketulusan selama membimbing siswa dengan sabar dan penuh kasih.
Sebagai guru senior, Siti Marpuah telah melalui berbagai fase perkembangan sekolah. Kepemimpinannya terbukti ketika dia dipercaya menjabat wakil kepala sekolah pada periode 2011–2024. Dan, kini kembali mengemban amanah sebagai wakil kepala sekolah bidang akademik 2025/2026. ”Dalam setiap penugasan, saya ingin mengedepankan semangat kolaborasi, keteladanan, dan profesionalisme,” katanya.
Dedikasi Siti Marpuah terhadap profesinya, mengantarkan dirinya berhasil meraih penghargaan sebagai guru prestasi tahun 2021. Namun, di balik prestasi itu, dia tetap menunjukkan kerendahan hati. ”Bagi saya penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan wujud tanggung jawab untuk terus memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan sekolah tercinta,” ulasnya.
Memang, di mata sebagian siswa, matematika seringkali dianggap sulit. Namun, di tangan Siti Marpuah, pelajaran ini menjadi disulap menjadi menarik dan bermakna. ”Biasanya saya mengaitkan konsep angka dengan kehidupan sehari-hari, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan mengajarkan logika berpikir yang sistematis,” paparnya.
Metode pengajaran itulah yang membuat siswa merasa belajar matematika bukan sekadar menghitung, tetapi juga melatih ketekunan dan ketelitian. Sehingga, perjalanan panjang Siti Marpuah adalah bukti nyata menjadi guru bukan hanya soal mengajar, namun dapat menginspirasi dan mengabdikan diri dengan sepenuh hati.
Dalam setiap angka yang diajarkan tersimpan nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan dedikasi. ”Saya hanya berbuat semampu saya, menjalankan tupoksi sebagai guru dan pembimbing anak-anak. Tentang hasilnya saya merasa belum maksimal, semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi