Program BRADeR atau brainstorming, reading, analyzing, decision making and reflection, menjadi terobosan inovatif Syaifulah dalam melaksanakan pembelajaran di ruang kelas. Dengan model pembelajaran tersebut, siswa dinilai mampu melatih kompetensi literasi sains.
Guru IPA SMPN 1 Ngoro ini menuturkan, penerapan inovasi model pembelajaran BRADeR bertujuan agar kompetensi literasi sains dalam mencapai tujuan pembelajaran dapat meningkat. Sebagaimana yang dia sebutkan dalam penelitian jurnal ilmiah Sinta 2 di IJORER.
”Pendidikan bukan hanya sekadar bagaimana untuk menciptakan manusia cerdas secara kognitif, akan tetapi berbagai aspek kehidupan perlu diinternalisasikan dalam pendidikan," katanya. Peraih penghargaan sebagai guru garis depan (GGD) angkatan 1 tahun 2015 ini menyatakan, inovasi BRADeR sangat tepat diterapkan pada siswa tingkat SMP.
Sebab, dapat menciptakan suatu media pengembangan kemampuan berpikir, meningkatkan keingintahuan, dan menuntun peserta didik untuk memecahkan masalah dari materi yang diajarkan. ”Selain itu, dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPA. Sehingga mencapai kompetensi yang diinginkan,” ulasnya.
Pria yang pernah dinobatkan sebagai Guru Kreatif Cerdas Finansial 2024 ini menyatakan, inovasi BRADeR dinilai berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Di mana, meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik. Yakni, aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. ”Sehingga, peserta didik lebih mudah memahami materi IPA terpadu, meningkatkan, peserta didik aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep peserta didik,” tandas Adiwisudawan Terbaik UNESA tahun 2025 ini. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi