Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) mempunyai potensi besar dalam mengintegrasikan proses pembelajaran dengan deep learning. Di sisi lain, peserta didik juga berkesempatan menjajal cabang olahraga baru untuk memperluas bakat dan minat mereka.
Seperti yang diterapkan Tomi Agus Abrianto, guru PJOK SMPN 1 Kutorejo di dalam kegiatan pembelajaran. Melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam, siswa tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga melibatkan tubuh mereka untuk meningkatkan konsentrasi, kesehatan, dan semangat belajar.
”Kegiatan ini membantu anak-anak mengembangkan keterampilan motorik, kerja sama tim, serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini,” kata Ketua Harian Pengurus Provinsi FOKSI Jawa Timur periode 2023-2027 ini. Tak hanya mengasah kebugaran jasmani siswa, Tomi juga berkomitmen mengenalkan olahraga-olahraga baru kepada siswa.
Seperti kabaddi, woodball, rugby, petanque, hingga hoki. ”Olahraga anyar ini saya kembangkan di sekolah- sekolah Kabupaten Mojokerto, meskipun notabene belum masuk kurikulum,” papar pelatih Kabaddi Jatim tersebut. Kendati saat ini baru sekadar dalam kegiatan belajar mengajar, Tomi optimistis, beragam jenis olahraga baru itu juga akan masuk menjadi ekstrakurikuler.
Melalui pembelajaran mendalam ini, dia terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, mendalam, dan bermakna bagi setiap siswa. ”Kita yakin, nantinya olahraga baru ini juga akan menjadi ekstrakurikuler di tahun ajaran berikutnya. Sehingga bisa menaungi minat dan bakat siswa juga," beber peraih beasiswa kuliah S-2 Manajemen Olahraga UNESA melalui jalur prestasi ini. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi