Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menjadi Guru karena Panggilan Hati, Bukan Sekadar Profesi

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 8 November 2025 | 03:37 WIB

Ermy Hesti Sulistyaningrum, S.Pd, SDN Seduri 2, Mojosari
Ermy Hesti Sulistyaningrum, S.Pd, SDN Seduri 2, Mojosari
 

Guru SDN Seduri 2, Kecamatan Mojosari, Ermy Hesti Sulistyaningrum, S.Pd, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan lewat pendekatan eksploratif dan kontekstual. Menerapkan prinsip sebagai pengajar sekaligus teman belajar, Ermy membimbing anak didiknya tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter positif.

 Bagi pendidik kelas VI ini, guru bukan hanya penyampai materi, melainkan sosok yang membersamai perjalanan anak, memahami dunia mereka, dan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik. ”Guru itu teladan, pendamping, dan sekaligus teman belajar. Setiap hari saya belajar banyak dari anak-anak tentang ketulusan, semangat, dan cara mereka melihat dunia. Jadi, bagi saya menjadi guru itu panggilan hati, bukan sekadar profesi,” ungkapnya. 

Prinsip itu diterapkan Ermy dengan menciptakan pembelajaran yang dekat dengan dunia anak-anak. Setiap materi pelajaran dia hubungkan dengan hal-hal yang siswa kenal sehari-hari. Metode eksploratif dan kontekstual ini membuat siswa lebih mudah paham dan antusias dalam belajar. ”Misalnya, ketika membahas lingkungan, saya kaitkan dengan sosok inspiratif yang sering mereka lihat. Seperti Pandawara Group atau Jerhemy Owen,” terangnya.

 Dalam praktiknya, Ermy tak jarang memanfaatkan konten yang sedang tren di media sosial sebagai jembatan pemahaman. Menurutnya, media sosial bisa menjadi media pembelajaran yang efektif selama digunakan dengan benar. Dirinya pun kerap mengunggah kegiatan pembelajaran di media sosial dan mendapat respons positif dari publik. Bahkan, karya anak didiknya sampai di-notice oleh konten kreator lingkungan yang mereka kagumi.

 Di sisi lain, untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, relevan, dan bermakna, Ermy juga mendorong siswa membuat project kecil, presentasi, dan mencari inspirasi dari dunia nyata maupun digital. ”Anak-anak pun tumbuh percaya diri dalam menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan berani mencoba hal baru,” jelasnya.

 Pembelajaran yang dia terapkan berhasil membawa perubahan besar bagi anak didiknya. Hal itulah yang paling disyukuri Ermy. Sebagai pendidik, dia juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan kreatif berbasis minat siswa dan pembinaan karakter. ”Saya juga dipercaya sekolah untuk terlibat di beberapa program literasi, lingkungan, dan penguatan karakter,” tandasnya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#guru favorit #sdn seduri 2 #Panggilan hati