Berdasarkan pengalaman dan kebutuhan murid, sebagai pendidik di SMPN 2 Dlanggu, Wahab Abdullah tengah berupaya meningkatkan kemampuan bertanya bagi para siswanya. Sebab, kemampuan bertanya akan muncul dari rasa ingin tahu dan dasar pemikiran kritis. Terlebih, dalam mata pelajaran IPA yang kini sedang diampu Wahab.
Dia menilai, murid yang pandai bertanya akan cenderung menguji, memverifikasi, dan mengevaluasi informasi yang mereka terima. ’’Ini membuat murid bisa terhindar dari hoaks. Kemampuan bertanya membantu murid untuk menggali lebih dalam, menginterpretasikan data, merefleksikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti dan teori yang ada,’’ katanya.
Wahab menyatakan, penerapan tersebut merupakan metode ilmiah yang digunakan ilmuwan dalam meneliti. Murid belajar menjadi ilmuwan dengan melakukan penelitian sederhana.’’Kemampuan bertanya memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan pertanyaan yang tepat tentang situasi yang diberikan,’’ papar guru yang sudah mengabdi di SMPN 2 Dlanggu sejak 2009 ini.
Di samping itu, guru juga harus memilih strategi yang relevan untuk menemukan solusi, yang semuanya merupakan proses inti dalam memecahkan masalah kontekstual. Di mana, murid diberi kasus sederhana dan bagaimana membuat solusinya. Dengan begitu, seorang murid menjadi terlatih untuk menghadapi masalah dan memberikan solusinya.
’’Pembelajaran IPA juga memanfaatkan teknologi, baik dalam prosesnya maupun asesmennya. Memanfaatkan teknologi seperti video, media interaktif atau simulasi dapat membuat pelajaran IPA lebih menarik dan memicu pertanyaan yang lebih mendalam,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi