Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hadirkan Inovasi SHERA dan SERANGAN bagi Siswa di Era Digital

Martda Vadetya • Jumat, 7 November 2025 | 03:40 WIB

 

Fauziyah, S.Pd, SDN Baureno, Jatirejo
Fauziyah, S.Pd, SDN Baureno, Jatirejo

Bagi Fauziyah, S.Pd, menjadi pengajar tak sekadar menyampaikan materi pelajaran. Melainkan juga membangun siswa sebagai manusia seutuhnya. Sejak tiga tahun mengabdi sebagai guru kelas 5 SDN Baureno, para peserta didik dibentuk untuk memiliki karakter, berpikir kritis, dan berpengetahuan luas di tengah era digital. ”Tujuan utama saya dalam mendidik adalah memanusiakan manusia,” ungkapnya.

 Dia meyakini, pendidikan mampu menumbuhkan hati dan pikiran  agar para siswa menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi lingkungan. Fauziyah menghadirkan inovasi melalui program SHERA (smart heritage Majapahit hybrid augmented reality) dalam menularkan ilmu pada anak didiknya.

 SHERA merupakan media pembelajaran berbasis digital yang menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan teknologi augmented reality. Karyanya yang terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ini memadukan pembelajaran modern dengan nilai-nilai tradisi dan sejarah.

 Tak hanya itu, dia juga berhasil mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi bernama SERANGAN (sumber energi ramah lingkungan) melalui model project based learning terintegrasi AI. Pendekatan pembelajaran ini, lanjut Fauziyah, untuk mendorong siswa agar mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi dalam memecahkan persoalan nyata terkait energi ramah lingkungan. 

Sejumlah terobosan yang ditelurkan itu mengantarkan Fauziyah panen prestasi. Di antaranya sebagai juara 3 pengembangan media pembelajaran berbasis audio dan video dari BBGTK Provinsi Jawa Timur. Lalu, juara 1 lomba melatih motorik halus anak menggunakan kipin tingkat nasional, hingga dinobatkan sebagai guru kreator konten Jawa Timur oleh BBGTK Provinsi Jawa Timur. 

Segudang torehan tersebut tak lepas dari prinsip yang Fauziyah pegang sebagai guru. Yaitu, belajar haruslah bermakna dan memerdekakan. Harapanya, ke depan, agar dunia pendidikan Indonesia semakin berpihak pada kebutuhan murid dan membuka ruang luas bagi inovasi guru.

 ”Saya ingin setiap anak belajar dengan hati, bukan karena tuntutan. Pembelajaran yang memerdekakan akan melahirkan generasi berkarakter yang siap membangun masa depan dengan cahaya pengetahuan dan budi pekerti,” tukasnya. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#guru favorit #Pembelajaran di Era Digital #SDN BAURENO #Inovasi Pembelajaran