Project based learning (PjBL), menjadi metode pembelajaran yang menarik di kalangan guru dalam era masa kini. Karena, penerapannya menekankan pada efektivitas pembelajaran. Tak terkecuali bagi Anik Suhartatik.
Guru SMPN 2 Ngoro ini juga menerapkan PjBL dalam setiap pembelajaran di ruang kelas. Sebab, menurut Anik, metode ini memungkinkan pendidik mengembangkan proses pembelajaran yang inovatif pada siswa. ’’Metode ini juga menjadi salah satu alternatif dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan,’’ kata guru seni budaya SMPN 2 Ngoro tersebut.
Tak hanya PjBL, Anik juga kerap menggunakan metode problem based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah selama kegiatan belajar mengajar. Di mana, melalui metode ini, dari pendekatan pembelajaran tersebut siswa dapat mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri, dan keterampilan berpikir tingkat lebih tinggi.
’’Jadi, siswa tidak hanya menghafal teori, tapi langsung menerapkan untuk membuat proyek nyata atau memecahkan masalah di dunia nyata,’’ terang pencipta motif Batik Sekar Mojo pada seragam SD-SMP se-Kabupaten Mojokerto ini.
Anik lantas memberikan contoh salah satu materi yang dia sampaikan menggunakan metode PjBL dan PBL. Yakni, melalui pembelajaran tentang percampuran warna. ’’Saya meminta siswa untuk langsung menemukan jawaban percampuran warna dengan praktik nyata dan langsung dialami siswa. Sehingga, siswa lebih memahami apabila praktik langsung mencampur warnanya daripada hanya sekadar membaca dan menghafalkan teori dari buku literatur,’’ tandas peraih rekor MURI Lomba Melukis 1000 Wajah Pejabat di Indonesia ini. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi