Kemenag Kota Berharap Merata ke Seluruh Lembaga
KOTA - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto mengaku pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) di madrasah belum merata. Dari target 25 lembaga yang ada, saat ini baru ada sembilan madrasah yang baru tersentuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
Diungkapkan Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Pipin Sugiyanto, program MBG yang digadang-gadang pemerintah sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekolah ternyata belum menjangkau seluruh madrasah di Kota Onde-onde.
Di beberapa wilayah, sebagian siswa sudah rutin menikmati menu sehat setiap pagi, sementara madrasah lain masih menunggu giliran tanpa kepastian waktu pelaksanaan. ’’Dari total 25 madrasah di Kota, berdasarkan laporan terakhir baru ada sembilan yang sudah mendapatkan MBG,’’ katanya.
Pipin menambahkan, meski di Kota Mojokerto sudah ada sembilan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kenyataannya belum semua madrasah terjangkau program tersebut. Rincianya, hingga saat ini baru ada 1 RA dan 2 MTs, empat MI dan dua MA yang merasakan manfaat MBG.
’’Padahal total SPPG juga terus bertambah. Bahkan sejak awal diluncurkan hingga saat ini, ada 10 bulan MBG berjalan, tapi baru segelintir madrasah yang merasakan,’’ terang dia.
Ia berharap, ke depannya program MBG dapat merata dan menyentuh semua madrasah. Sebab, menurutnya, program MBG, dinilai mampu meningkatkan konsentrasi dan kompetensi peserta didik. ’’Ya, semoga distribusinya bertahap. Kita tetap menunggu dengan sabar, tapi semoga madrasah juga diperhatikan,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi