Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dewan Pendidikan Mojokerto Desak Program MBG Dievaluasi Rutin

Indah Oceananda • Senin, 20 Oktober 2025 | 03:05 WIB
Nasi Belum Tanak, Daging Ayam Alot dan Alit, Begini Penampakan Menu MBG di Mojokerto.
Nasi Belum Tanak, Daging Ayam Alot dan Alit, Begini Penampakan Menu MBG di Mojokerto.

Pasca Munculnya Menu Minimalis yang Disajikan ke Siswa

 KABUPATEN – Mencuatnya menu makan bergizi gratis (MBG) yang terkesan minimalis di SDN Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, memicu reaksi Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Mereka mendesak adanya evaluasi secara rutin terhadap program MBG yang disajikan kepada para siswa di bumi Majapahit.

 Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto Bambang Krisnadi menuturkan, program MBG bagi pelajar merupakan kebijakan dari pusat yang baik. Namun, dalam pelaksanaannya harus disertai dengan kualitas yang baik pula. ’’Kalau dengan tampilan minimalis seperti itu, harusnya diperhatikan kualitasnya, seperti nilai gizi yang terkandung,’’ kata Bambang, kemarin (10/10).

 Ketua PGRI Kabupaten Mojokerto ini juga mendorong adanya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Mojokerto. Pemerintah daerah, lanjut dia, perlu membangun sistem monitoring yang transparan dan akuntabel, agar setiap dapur penyedia MBG beroperasi sesuai standar. ”Evaluasi harus melibatkan sekolah, masyarakat, dan lembaga pengawas independen. Agar perbaikan bisa dilakukan cepat dan tepat,” imbuhnya.

 Dewan Pendidikan tak memungkiri jika setiap kebijakan selalu ada kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya, Bambang berharap, program MBG yang sudah berjalan bisa dimaksimalkan evaluasinya, sekaligus untuk mendapat solusi terbaik dari masalah yang ada. ’’Termasuk untuk menu yang minimalis tadi, harusnya bisa menjadi catatan evaluasi untuk ditinjau ulang nilai gizinya. Apakah sudah sesuai kualitas untuk disajikan ke siswa?,’’ tanya dia.

 Bambang menilai, MBG merupakan program yang bagus dengan tujuan untuk meningkatkan gizi murid dan mengatasi masalah stunting. Namun, program dengan tujuan baik itu saat ini memiliki persoalan pada implementasi. Sehingga, menurutnya, harus ada komitmen kuat untuk menjalankan MBG dengan lebih baik, agar tujuan yang diharapkan bisa tercapai. ”Tujuan kebijakan ini baik dan perlu didukung bersama. Ini tentu juga berkaitan dengan komitmen pelaksanaan, ketepatan sasaran, dan SOP (standar operasional prosedur) yang ditetapkan sudah dijalankan atau tidak,” tandasnya.

 Sebelumnya, distribusi jangkauan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto, perlahan kian meluas. Sayangnya, paket yang diterima anak-anak itu tergolong minimalis. Misalnya, yang terjadi di SDN Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kamis (9/10). Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, siswa mendapat menu yang terdiri dari nasi putih, dua potong ayam tepung krispi, tiga butir kelengkeng, dua iris daun kol rebus dan 8 potong kacang panjang rebus, serta sekitar satu sendok bumbu pecel yang telah diencerkan. (oce/ris)

 

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#mojoanyar #SDN Gayaman #minimalis #Dewan Pendidikan #evaluasi #Makan Bergizi Gratis (MBG)