Beri Motivasi Siswa agar Terus Bersemangat
MOJOKERTO - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 yang berada di Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam (11/10). Dalam momentum ini Gus Ipul menegaskan keberadaan SR ini wujud nyata hadirnya negara untuk keluarga miskin.
’’Keluarga miskin ekstrem tetap menjadi bagian dari warga bangsa Indonesia yang memerlukan perhatian dari negara dan pemerintah. Presiden mengajak kita semua untuk menoleh kepada keluarga-keluarga yang selama ini mungkin suaranya belum terdengar, tetapi mereka selalu mendoakan Indonesia,’’ ungkap Gus Ipul di tengah kunjungannya.
Menurutnya, SR merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto, yang ingin memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak, setara, dan bermartabat. Sekaligus menyiapkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. SR di Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu percontohan nasional dalam pengembangan pendidikan berbasis kepedulian sosial.
Mensos juga berpesan agar para siswa tidak berkecil hati dan terus bersemangat belajar. SR terbuka bagi siapa saja dari keluarga tidak mampu, tanpa melihat kemampuan awal siswa. Yakni, Berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). ’’Kalau anak-anak belum bisa apa-apa, tidak masalah. Karena di sinilah tempatnya belajar supaya bisa. Yang belum bisa, justru itulah yang diajari sampai bisa,’’ pesan Gus Ipul disambut tepuk tangan para siswa.
Gusl Ipul menjelaskan, data saat ini, ada sekitar hampir 4 juta anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah dan berpotensi putus sekolah yang sedang jadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Saat ini pemerintahan akan memberikan perhatian kepada keluarga dan anak usia sekolah supaya menerima lingkungan pendidikan yang baik. ’’Hal seperti inilah yang kita harus perhatikan, hal seperti ini yang diharapkan oleh Presiden Prabowo untuk kita berikan kesempatan agar mereka mendapatkan pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi