Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kemenag Kabupaten Mojokerto Minta Penyaluran Program MBG untuk Santri di Pondok Pesantren Tepat Waktu

Farisma Romawan • Senin, 29 September 2025 | 15:45 WIB
KETAT: Paket makanan bergizi dari SPPG Ponpes Segoro Agung saat disalurkan ke pelajar dan santri dengan dikawal petugas Polsek dan Koramil Trowulan, Agustus lalu.
KETAT: Paket makanan bergizi dari SPPG Ponpes Segoro Agung saat disalurkan ke pelajar dan santri dengan dikawal petugas Polsek dan Koramil Trowulan, Agustus lalu.

  KABUPATEN – Banyaknya kasus keracunan pada program makan bergizi gratis (MBG) turut menggerakkan Kemenag dalam memantau proses penyaluran MBG. Khususnya MBG bagi santri yang sudah berjalan di sejumlah pondok pesantren besar di Kabupaten Mojokerto. Selain harus melibatkan pengurus pondok, paket makanan yang dibagikan juga harus tepat waktu, yakni siang hari atau waktu santri istirahat.

 Prosedur tersebut sesuai SE Dirjen Pendidikan Islam Nomor 10 Tahun 2024 tentang Panduan Program Makan Bergizi Gratis di Lingkungan Pesantren. Di mana, implementasi MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Tetapi, juga sebagai bagian dari penguatan karakter santri yang religius, toleran, dan tertib. ’’Sesuai surat edaran menteri, MBG untuk santri biasanya dibagikan di satu waktu saja, yakni siang hari. Sehingga paket makanan bisa langsung dibagikan kepada santri tanpa harus menunggu,’’ ungkap Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto Amaa Noor Fikry, kemarin (28/9). 

Hingga kemarin, baru ada dua pondok pesantren yang mampu memenuhi MBG secara mandiri, yakni lewat satuan pelayanan dan pemenuhan gizi (SPPG) yang sudah berdiri di masing-masing ponpes. Meliputi, Ponpes Amanatul Ummah Pacet dua unit dapur umum dan Ponpes Segoro Agung Trowulan satu unit dapur umum.

 Meski tak ada kendala berarti, namun pengawasan terhadap penyaluran paket makan gratis kepada santri dan pelajar di sekitar ponpes ini terus diperketat. Termasuk santri di beberapa ponpes lain yang telah disasar program bantuan besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut. ’’Kami awasi satu persatu, apakah sudah tersalurkan sesuai dengan prosedur atau tidak,’’ tambahnya.

 Fikry juga optimistis akan ada penambahan SPPG baru di lingkungan pesantren dalam waktu dekat. Yakni, di Ponpes Nurul Islam (Nuris) Pungging dan Ponpes Ponpes Sabilul Muttakin Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, yang telah berproses ke Badan Gizi Nasional (BGN). Keduanya sempat diusulkan mendirikan SPPG lantaran memiliki jumlah santri lebih dari tiga ribu orang. ’’Untuk Nuris sudah berproses dengan BGN. Sedangkan untuk Sabilul Muttakin Pacet masih dikoordinasikan. Kami sifatnya hanya memonitor saja,’’ tandasnya. (far/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#pondok pesantren #Mbg #kemenag #SPPG #Makan Bergizi Gratis (MBG)