SUASANA penuh berkah terasa memenuhi lingkungan SD Negeri Kranggan 1 saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (11/9) lalu. Selain pawai, guru dan siswa lembaga yang berhasil masuk dalam Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional ini memeriahkan kegiatan tersebut dengan berbagai lomba menarik.
Anek lomba itu seperti lomba busana terbaik dan unik bertema Islami untuk kelas 1-3, lomba gunungan kelas 4-6, serta pemasangan umbul-umbul kreasi yang sudah ditentukan di tiap kelas. Pawai juga diikuti oleh siswa non muslim, sehingga melibatkan seluruh warga sekolah. ’’Setelah pawai dengan gunungan yang sudah dibuat tiap kelas, anak-anak kemudian kembali ke sekolah bersalawat bersma dan menyaksikan penampilan banjari,’’ terang Kepala SDN Kranggan 1 N. Chania Zamzani.
Usai rebutan gunungan, kemudian para guru menilai dan menentukan pemenang lomba. Para pemenang pun mendapatkan hadiah. ’’Alhamdulillah, ini menjadi bagian tradisi kami untuk selalu memacu anak-anak SDN Kranggan 1 terus berjaya dan berbudaya, seperti jargon sekolah kami,’’ ulas dia.
Selain rutin merayakan PHBI, SDN Kranggan 1 juga terkenal dengan beragam prestasi. Baik sekolah maupun siswanya. ’’Terbaru, sekolah kami lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, dan saat ini sedang dalam penilaian Sekolah Zona Integritas menuju kawasan bebas dari korupsi dan standarisasi nasional sebagai PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak),’’ ulasnya.
Di sisi lain, salah satu siswanya, Khadijah Azzahra Dimawan, masuk dalam lima besar kejuaraan nasional cabang tari. Sebagai satu-satunya SD di Kota Mojokerto yang masuk dalam Sekolah Zona Integritas dan PISA, Zamzani menyatakan, pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan tradisi prestasi yang telah mengakar kuat di lingkungan sekolah. ’’Kami terus berkomitmen menjadi tempat pendidikan berkualitas. Semangat kolaborasi dan silaturahmi adalah kunci utama keberhasilan SDN Kranggan 1 berjaya dan berbudaya,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi