Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sekolah di Kota Mojokerto Terpaksa Terapkan Belajar Daring

Indah Oceananda • Selasa, 2 September 2025 | 16:15 WIB

MENDAPAT TUGAS: Salah satu siswa madrasah di Jalan Raya Surodinawan Kota Mojokerto menerapkan pembelajaran daring akibat sekolahnya berdekatan dengan kawasan yang rawan sasaran aksi demonstrasi.
MENDAPAT TUGAS: Salah satu siswa madrasah di Jalan Raya Surodinawan Kota Mojokerto menerapkan pembelajaran daring akibat sekolahnya berdekatan dengan kawasan yang rawan sasaran aksi demonstrasi.
 

Di Kabupaten Siswa Dipulangkan Lebih Sore

 MOJOKERTO RAYA – Sebagian satuan pendidikan di Kota Mojokerto terpaksa menerapkan sistem pembelajaran secara daring, kemarin (1/9). Utamanya bagi sekolah yang berada di wilayah rawan aksi sasaran massa. Kebijakan tersebut untuk menyikapi sekaligus sebagai upaya antisipasi mencegah dampak rencana demonstrasi. Sementara itu, di wilayah kabupaten, dalam menyikapi kondisi itu, siswa dipulangkan lebih sore.

 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menuturkan, kebijakan ini berlaku bagi semua jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP yang berlokasi di sekitar pusat kota dan berdekatan dengan titik sasaran aksi. Seperti kantor DPRD dan mapolresta. Sehingga para siswa diminta untuk belajar dari rumah. ’’Semua tetap masuk. Hanya sebagian daring, yang lokasi sekolahnya dekat dengan polresta dan kantor DPRD,’’ paparnya.

 Meski siswa belajar dari rumah, proses kegiatan belajar (KBM) tetap berjalan melalui pemberian tugas atau metode pembelajaran jarak jauh, seperti saat pandemi Covid-19 lalu. Sedangkan para guru tetap diminta standby di sekolah. ’’Guru tetap di sekolah, hanya saja tidak menggunakan seragam seperti biasanya. Sesuai aturan pada 1-4 September ini mereka menggunakan pakaian bebas rapi,’’ ulas dia. 

Beberapa sekolah yang terpantau menjalani pembelajaran daring itu antara lain di SDN Miji 1, 2 dan 4. Ruby menegaskan, langkah itu bersifat preventif guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Ini langkah jaga-jaga. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan, lebih baik kita antisipasi,” tandasnya.

 Di luar itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah lain tetap berlangsung seperti biasa. Pembelajaran daring yang menyasar sebagian sekolah tersebut bakal diterapkan hingga situasi kembali membaik. 

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) masih tetap berlangsung secara tatap muka bagi seluruh jenjang. Sebagai langkah antisipasi adanya rencana unjuk rasa, jenjang SMP justru dipulangkan lebih lama dari biasanya. 

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Mojosari, kemarin (1/9). Siswa tetap masuk biasa sejak pagi dan mengikuti upacara rutin di hari Senin. Namun, jam pulang siswa mengalami penambahan tiga jam dari biasanya. ’’Siswa yang biasanya pulang pukul 13.00, hari ini (kemarin, Red) kita pulangkan pukul 16.00 sore,’’ kata Kepala SMPN 1 Mojosari Subai. 

Sementara untuk penambahan jam pulang lebih lama tersebut diisi dengan kegiatan keagamaan. Pihaknya juga tak menampik, perubahan jam pulang sekolah ini untuk mengantisipasi pelajar agar tidak tergabung dalam rencana aksi demo. ’’Karena tidak semua wali murid ada di rumah, sebagian juga bekerja. Khawatirnya kalau tidak ada pengawasan, anak-anak malah ikutan aksi demo,’’ paparnya. 

Subai menuturkan, pihaknya belum mengetahui perubahan jam pulang ini akan berlaku sampai kapan. ’’Sementara lihat perkembangan situasi dulu. Kalau besok (hari ini, Red) aman, ya sudah balik normal,’’ imbuh dia. 

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdas) Dispendik Kabupaten Mojokerto Mujiati menyatakan, seluruh KBM di jenjang TK, SD, hingga SMP tetap berlangsung seperti biasa. Bedanya, lanjut dia, untuk jenjang SMP, siswa mengalami penambahan durasi pembelajaran sebelum dipulangkan. ’’Khusus jenjang SMP saja yang pulangnya agak lama, antisipasi agar siswa tidak ikut-ikutan demo saat situasi seperti ini,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Satuan pendidikan #pendidikan #antisipasi unjuk rasa #Dikbud Kota Mojokerto #belajar daring #Kota Mojokerto