MOJOKERTO RAYA - Penyelenggaraan malam apresiasi East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 digelar di Ballroom Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Kamis (28/8) malam. Meski belum ada guru asal Mojokerto Raya yang berhasil masuk babak 30 besar karya inovasi, tiga guru Mojokerto yang sebelumnya lolos babak 50 besar mengaku puas.
Iwan Setiawan, guru asal SMKN 1 Jatirejo yang karyanya masuk babak 50 besar menyebutkan belum lolos ke babak 30 besar yang diumumkan pada malam apresiasi tersebut. Meski begitu, dia mengaku puas telah mengikuti ajang inovasi se-Jawa Timur tersebut. ’’Saya sangat puas dan bangga bisa mengikuti ajang tersebut,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.
Dia dan dua guru asal Mojokerto sebelumnya masuk babak 50 besar. Mereka menyisihkan ribuan karya inovasi guru tingkat SMA/SMK/SLB se-Jawa Timur yang mengikuti ajang EJIES 2025. ’’Saat presentasi, saya kurang satu alat,’’ ucapnya. Namun, dirinya bersyukur bisa mengikuti ajang inovasi guru terbesar di Jawa Timur yang bekerja sama dengan Jawa Pos tersebut.
Iwan menjelaskan, ajang penilaian karya inovasi guru itu terbilang sangat ketat. Ia menceritakan, sejak awal pengiriman karya, peserta diminta melengkapi berkas hingga dokumentasi berupa video promosi karya. Kemudian, karya guru itu dinilai oleh kalangan akademisi hingga tingkat profesor. ’’Karya kami dinilai dengan ketat sejak tingkat kabupaten/kota. Hingga kemudian ke tingkat provinsi, dinilai oleh profesor. Oleh karena itu, karya yang berhasil masuk 30 besar memang lolos uji,’’ tandasnya.
Dirinya menambahkan, keikutsertaannya pada ajang EJIES 2025 itu membawa kesan mendalam baginya. Karena, tingkat kesulitan dan pentahapan yang ketat dari panitia penyelenggara hingga penjurian. ’’Untuk itu, saya bersyukur bisa mengikuti ajang ini. Karena menjadi pengalaman yang berharga juga. Apalagi, melibatkan media massa seperti Jawa Pos,’’ tambahnya.
Iwan Setiawan dari SMKN 1 Jatirejo dengan karyanya QR Hunt-Pembelajaran Interaktif dan Menyenangkan Berbasis QR. Lalu, Indah Larasati dari SMAN 1 Gondang, yang memamerkan karya inovasi berupa kegiatan kerja sama peningkatan kompetensi siswa di dunia usaha dan dunia industri dengan Forum Larasdikdudi Jawa Timur, pada siswa kelas XII tahun ajaran 2024-2025. Sedangkan satu guru lainnya dari SMAN 2 Mojokerto, Heri Susanto. Dia berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui karyanya berjudul Inovasi Dalam Peningkatan Skill Bahasa Inggris yang Terintegrasi dan Berdampak Positif bagi Siswa. (fan/fen)
Editor : Hendra Junaedi