Dialami Pendidikan Jenjang TK hingga SMA
KABUPATEN – Kebutuhan guru pendidikan agama Islam (PAI) di bumi Majapahit terbilang masih cukup minim. Sebab, banyak sekolah diketahui tidak memiliki guru berbasis agama tersebut. Kondisi ini bahkan merata dialami jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Plt Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry mengatakan, total guru PAI di Kabupaten Mojokerto saat ini baru mencapai 679 orang. Perrinciannya, 678 merupakan pengangkatan dari dinas pendidikan (dispendik), dan satu orang dari Kemenag. ’’Guru PAI yang ASN Kemenag hanya satu orang,’’ ujarnya, kemarin.
Sedangkan jumlah sekolah di kabupaten saat ini mencapai 1.129 lembaga. Dengan demikian, terdapat 450 sekolah belum memiliki tenaga guru PAI. ’’Yang di jenjang TK, berdasarkan data SIAGA hanya ada 32 guru PAI. Sedangkan di SLB, hanya ada tiga,’’ jelasnya.
Dengan demikian sekolah yang belum memiliki guru PAI harus memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Meski latar belakang pendidikan mereka tidak linier. Salah satunya dengan memanfaatkan guru kelas untuk merangkap mengajar mata pelajaran PAI. ’’Ada yang sebenarnya guru kelas, akhirnya harus mengajar PAI juga, karena jumlahnya yang belum ideal dengan total lembaga,’’ paparnya.
Sekadar diketahui, rekrutmen guru PAI oleh Kemenag terakhir dilakukan tahun lalu melalui PPPK. Minimnya SDM membuat Kemenag tidak dapat berbuat banyak. Kecuali harus mengajukan formasi guru PAI kepada pemerintah pusat. ’’Terutama yang di jenjang TK ini, memang perlu penguatan juga dari dispendik,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi