Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Peminat Sekolah Rakyat di Kabupaten Tinggi

Indah Oceananda • Jumat, 15 Agustus 2025 | 15:00 WIB
TAMBAH KURSI: Suasana Gedung sementara Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto di Balai Diklat BKPSDM, Jalan Raya Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg.
TAMBAH KURSI: Suasana Gedung sementara Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto di Balai Diklat BKPSDM, Jalan Raya Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg.

Warga Datangi Lembaga untuk Mendaftarkan Anak Mereka

 KABUPATEN - Minat masyarakat dalam menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah di Kabupaten Mojokerto meningkat, meski kini baru dibuka untuk jenjang tingkat SMP. Kendati baru berjalan selama dua bulan, lembaga pendidikan berbasis asrama yang menempati gedung Balai Diklat BKPSDM di Jalan Raya Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, ini kerap didatangi masyarakat yang ingin putra-putri mereka. 

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto Heri Susanto mengungkapkan, antusiasme masyarakat terbukti tinggi dengan jumlah pendaftar di awal pendaftaran yang mencapai 500 siswa dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Sementara kuota yang tersedia hanya 50 kursi. ’’Sempat diseleksi sampai 115 siswa, dan diseleksi lebih ketat ya, 50 anak ini yang dinyatakan layak masuk SR,’’ katanya, kemarin. 

Heri menyebutkan, meski proses pembelajaran sudah berlangsung, namun tak jarang warga mendatangi gedung SRMP. Mereka menyatakan ingin mendaftarkan anaknya bersekolah di SRMP. ’’Kami jelaskan kalau mendaftar langsung ke kelurahan atau kecamatan setempat. Dan harus diseleksi dulu dari dinas sosial,’’ jelas dia. 

Meski baru berjalan di tingkat SMP, dia menambahkan, pengembangan Sekolah Rakyat untuk jenjang SD dan SMA juga mulai diupayakan. Yakni, dengan merealisasikan pembangunan gedung SR di Kecamatan Dawarblandong. ’’Yang di Dawarblandong kapasitasnya 1.000 siswa,’’ ulasnya. 

Menurut Heri, seiring banyaknya peminat dan belum meratanya ketersediaan lembaga pendidikan, pengembangan Sekolah Rakyat di tingkat dasar dan menengah menjadi langkah strategis yang perlu segera diwujudkan. Hal itu demi menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan inklusif dan setara. ’’Pastinya sebelum masuk SR, anak-anak diseleksi ketat dari dinas sosial berdasarkan DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial). Kalau layak, nanti bisa diterima,’’ tandasnya. (oce/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#Sekolah Rakyat 2025 #Pemkab Mojokerto #gedeg mojokerto #Kemantren #Sekolah Rakyat Menengah Pertama #peminat tinggi