Lima Lembaga Diusulkan Menjadi Mitra BGN
KABUPATEN – Satu dari lima pesantren besar yang diusulkan menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto terus bergulir. Dari lima pesantren, satu di antaranya bahkan telah mendirikan dua unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) resmi, yakni Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet. Mereka juga telah melaksanakan penyaluran MBG, sebanyak 3 ribu paket makanan bergizi untuk para santri dan siswa di sekitar pesantren.
Kasi Pendidikan Diniyah (PD) dan Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry mengatakan, dua SPPG milik Pesantren Amanatul Ummah telah beroperasi sejak Januari lalu. Namun, saat itu operasional MBG masih bersifat mandiri, anggaran bersumber dari dana operasional pesantren. ’’Memang, Pesantren Amanatul Ummah sudah mengawali program MBG secara mandiri. Untuk pesantren lainnya, masih kami monitoring,’’ tandasnya, kemarin (7/8).
Saat ini, Fikry tengah mendata jumlah pesantren yang sudah mendapat bantuan MBG. Termasuk empat pesantren besar yang sempat diusulkan Direktorat Pendidikan Islam Kemenag menjadi mitra BGN dengan mendirikan SPPG. Mereka diusulkan karena memiliki jumlah santri yang mencapai lebih dari 3 ribu orang. Kelimanya juga aktif mendidik santri lewat lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Pesantren-pesantren tersebut tersebar di tiga kecamatan, Pungging, Pacet, dan Jatirejo.
’’Masih kami data sejauh mana perkembangannya. Karena setelah kami usulkan ke Kemenag pusat, komunikasi langsung antara pihak pesantren dengan Direktorat Pendidikan Islam dan BGN,’’ tandasnya. Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Panduan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lingkungan Pesantren, ada sistematika dalam penyaluran MBG kepada santri.
Di mana, pemberian makan gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga untuk menguatkan karakter santri. Yakni, dengan mempraktikkan nilai spiritual dan toleransi. Seperti berdoa sebelum makan, mengantre dan tidak saling serobot saat dibagikan makanan, serta menerapkan pola hidup bersih dan mandiri. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi