Bertajuk gerakan percepatan penurunan (gercep) kasus stunting, SMPN 1 Ngoro menjadi sasaran program aksi minum susu bersama hari Jumat (Suju). Dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa, gerakan terebut serentak diikuti oleh semua siswa, Jumat (1/8) lalu.
Tak hanya mendorong gerakan minum susu bersama, wanita akrab disapa Ning Hana tersebut menjelaskan, aksi ini sebagai salah satu upaya dalam mengatasi kasus stunting. Sebab, kasus stunting menjadi ancaman serius di masa depan, karena berimbas pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
’’Dampak dari stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik anak, seperti tinggi badan dan berat badan. Namun, juga mengganggu pertumbuhan otak, yang ke depannya bisa memengaruhi tingkat kecerdasan anak. Tentu hal tersebut akan memengaruhi kualitas SDM di masa depan menjadi tidak maksimal,’’ terangnya.
Di samping itu, aksi Suju ini merupakan program yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penambahan gizi di usia dini hingga remaja. Sehingga pencegahan potensi kasus stunting dinilai lebih efektif apabila sejak usia anak atau remaja, manakala kebutuhan nutrisi dan gizinya tercukupi. ’’Gerakan ini untuk pendampingan gizi anak-anak kita di Kabupaten Mojokerto, sekaligus langkah kita dalam mengurangi angka stunting," paparnya.
Kepala SMPN 1 Ngoro Sri Indayani menambahkan, aksi tersebut menyasar kelas 7 hingga 9, dengan total 960 siswa. Dia berharap, program ini mampu meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya menu asupan bergizi untuk pertumbuhan remaja. ’’Indonesia Emas akan diduduki murid yang saat ini masih remaja, maka untuk mencapai itu harus benar-benar menata pola makan, nilai gizi, dan pola hidup remaja. Salah satunya lewat program Suju ini,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi