LUAR BIASA! Tiga SMK Mojokerto yang berlaga di ajang LKS Dikmen Nasional 2025 seolah mempertahankan tradisi juara. Buktinya, di kompetisi bergengsi itu, empat perwakilan siswa berhasil bawa pulang medali kebanggaan.
Seperti SMKN 1 Mojokerto yang mengirim dua perwakilan siswa. Antara lain, Zidane Fathoni bidang lomba Digital Marketing dan Joshua Bryan Alfarico, bidang 3D Game Art. ’’Penampilan mereka saat berlomba tidak hanya memukau juri. Tapi juga membuktikan, talenta lokal mampu bersaing di level tertinggi,’’ kata Plt Kepala SMKN 1 Mojokerto Hidayat.
Berkat kontribusi yang istimewa itu, keduanya diganjar penghargaan prestasi yang prestisius. Masing-masing dari Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan sekolah. ’’Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan sinergi yang baik antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Ini membuktikan bahwa SMK bisa, SMK Hebat, Skanesa Sinergi,’’ imbuhnya.
Sedangkan, siswa SMKN 1 Pungging, M. Misbahul Munir, memenangi medali emas dalam bidang lomba teknik perancangan permesinan CAD. Kepala SMKN 1 Pungging Muharto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. ’’Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dedikasi yang telah ditunjukkan Munir, serta dukungan dari guru pembimbing,’’ ulasnya.
Menurutnya pula, persiapan LKS Dikmen Nasional ini juga tak lepas dari campur tangan sinergi bersama Cabdindik dalam komunikasi dan bimbingan. Oleh karenanya, prestasi ini bukan hanya mengharumkan nama sekolah, namun juga kebanggaan bagi Jawa Timur di tingkat nasional. ’’Semoga pencapaian ini jadi motivasi bagi seluruh siswa untk terus berprestasi dan berinovasi,’’ tandas Ketua MKKS SMK Negeri se-Kabupaten Mojokerto ini.
Di SMKN 1 Dlanggu, satu-satunya sekolah yang mengirimkan perwakilan siswi, Rindy Nur Aini, yang juga berhasil meraih medali emas dalam bidang Restaurant Service. Ajang LKS Nasional sendiri merupakan kompetisi tahunan bergengsi yang mempertemukan siswa SMK terbaik dari seluruh Indonesia. ’’Tujuannya adalah mengukur keterampilan teknis, kemampuan problem solving, serta kualitas kerja sesuai standar dunia industri,’’ imbuh Kepala SMKN 1 Dlanggu Irni Istiqomah.
Keikutsertaan SMKN 1 Dlanggu dalam ajang nasional tahun ini, menambah panjang daftar prestasi sekolah tersebut. Menurutnya, kesuksesan tersebut bukanlah hasil instan. Proses panjang pembinaan sejak dini, kerja keras guru pembimbing, dukungan orang tua dan semangat siswa menjadi kuncinya. ’’Kemenangan di kancah nasional ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi siswa lainnya. Dengan begitu, atmosfer persaingan sehat dan semangat berprestasi semakin terasa di lingkungan sekolah,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi