Belum Merata di Kabupaten, Program Masih Dinaungi Pusat
KABUPATEN – Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) masih belum dirasakan oleh semua siswa di Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini, program yang sudah berjalan sejak tahun lalu itu baru menjangkau beberapa lembaga pendidikan di tiga kecamatan dari total 18 kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, program MBG saat ini dikelola sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ketiga kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto yang sudah berjalan itu di antaranya di Kecamatan Ngoro, Puri, dan Kecamatan Bangsal. Di setiap kecamatan semua program MBG dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). ’’Sampai detik ini kami belum melaksanakan MBG, sepenuhnya masih kewenangan dari BGN (pemerintah pusat). Namun, ada tiga kecamatan yang sudah berjalan, itu pun terbatas baru di beberapa sekolah,’’ ungkapnya, kemarin (4/8).
Dia menambahkan, SPPG sebagai unit pelaksana MBG yang dijalankan pemerintah pusat. SPPG bertugas sebagai dapur umum yang memproduksi makanan bergizi untuk kemudian didistribusikan kepada siswa penerima manfaat program MBG. ’’Justru kita dapat laporan langsung dari sekolahnya. BGN langsung koordinasi dengan lembaga,’’ paparnya.
Sedangkan untuk pemilihan sekolah yang saat ini lebih dulu mendapat distribusi MBG tahap awal berdasarkan jarak sekolah dengan dapur produksi. ’’Pertimbangan pertama yang disasar adalah sekolah-sekolah yang dekat dengan dapur produksi makanan di sekitar,” ujarnya.
Kendati demikian, Ludfi menyatakan, program ini nantinya akan terus berkembang dan menarget seluruh siswa di Kabupaten Mojokerto. Sementara terkait dengan pendanaan program MBG, dia menjelaskan, saat ini masih belum ter-cover melalui APBD Kabupaten Mojokerto. ’’Yang jelas, targetnya adalah semua siswa bisa mendapatkan program makan bergizi gratis ini,’’ pungkas Ludfi. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi