Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dian Nugroho, Penggagas Pondok Koding Mojokerto

Indah Oceananda • Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:35 WIB
INOVASI: Penggagas Pondok Koding, Dian Nugroho, bersama anak didiknya saat proses pembelajaran koding.
INOVASI: Penggagas Pondok Koding, Dian Nugroho, bersama anak didiknya saat proses pembelajaran koding.

 Dirikan Kelas Animasi, Game, hingga Teknologi AI Gratis

 Di tengah derasnya gelombang teknologi kecerdasan buatan (AI), developer asal Mojokerto menghadirkan angin segar bagi dunia pendidikan anak. Melalui inisiatif bertajuk Pondok Koding, anak-anak kini bisa belajar membuat animasi, game, dan teknologi AI secara gratis langsung dari pelaku industri teknologi.

 Adalah Dian Nugroho, penggagas Pondok Koding ini ingin membawa semangat inovasi ke kampung halamannya. Berdiri sejak Januari lalu, program tersebut telah diikuti belasan anak se-Mojokerto Raya. ”Banyak anak punya potensi luar biasa, tapi akses dan arahan masih jadi kendala. Pondok Koding hadir agar mereka tak harus ke kota besar untuk belajar teknologi masa depan,” ujar Dian.

 Beberapa anak Pondok Koding sudah mampu menciptakan game dan animasi mandiri. Bahkan, mereka berhasil meraih sertifikasi internasional dari platform global, seperti Code.org. Dengan metode belajar yang menyenangkan dan kontekstual, mereka dikenalkan tentang ilmu dasar-dasar programer, pembuatan animasi, hingga konsep AI generatif. ’’Seluruh pembelajaran diberikan secara langsung dan bertahap tanpa biaya, dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan usia dan kebutuhan,’’ papar pria yang bekerja sebagai Google Playstore Developer ini.

 Inisiatifnya mendirikan pondok yang berada di Perumahan D'Garden City Blok Nomor 5, Dusun Sidonganti, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, ini sekaligus menjawab tantangan pemerataan pendidikan teknologi di Indonesia. Tidak hanya mempersiapkan anak untuk masa depan digital, tapi juga menumbuhkan kepercayaan diri mereka sebagai kreator teknologi. ’’Kami ingin anak-anak Mojokerto tumbuh sebagai pembuat, bukan sekadar pengguna teknologi,” tandas alumnus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, ini.

 Hingga pertengahan Mei lalu, Pondok Koding terus membuka kesempatan belajar bagi peserta baru setiap bulan, dengan target menjangkau puluhan anak hingga akhir tahun ini. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#coding AI #Artificial Intelegence AI #developer #industri teknologi