Suasana kehangatan, senyum ramah, dan kegiatan penuh makna menyambut murid baru di SMP Negeri 2 Trowulan. Tahun ini, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dikemas lebih segar dan inspiratif. Mengusung konsep MPLS ramah, kegiatan ini tak hanya mengenalkan bangku sekolah, tetapi juga membuka mata murid baru untuk mengenal potensi dan keunikan diri masing-masing.
Salah satu sesi paling berkesan datang dari materi bertajuk Kenali Dirimu, Raih Potensimu melalui Analisis SWOT, yang disampaikan guru SMP Negeri 2 Trowulan, Sarni. Dalam suasana interaktif dan santai, murid diajak menggali siapa diri mereka melalui metode analisis SWOT. Sebuah pendekatan sederhana namun efektif untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pribadi.
”Ini bukan sekadar teori. Kami ingin murid benar-benar menyadari bahwa setiap dari mereka punya potensi hebat. Dengan mengenali diri sendiri, mereka akan lebih mudah memilih jalan dan kegiatan yang sesuai,” ujarnya di sela kegiatan.
Teoris analisis SWOT adalah untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek, bisnis, atau bahkan diri sendiri. Menariknya, sebelum sesi dimulai, murid disuguhkan dengan penampilan demo ekstrakurikuler dari kakak kelas. Tampil energik dan kreatif, para siswa kelas VIII dan IX ini berhasil menggugah semangat adik kelasnya untuk ikut aktif berorganisasi dan berkreasi di luar jam pelajaran.
”Saya jadi tahu apa kelebihan dan kekurangan saya. Setelah lihat penampilan kakak-kakak, saya tertarik ikut ekstrakurikuler tari,’’ papar Alfena Wahyu Dwi Maulidia, salah satu murid VII. Kepala SMP Negeri 2 Trowulan Mokhamad Jalil menegaskan, MPLS bukan sekadar rutinitas tahunan.
Dengan konsep yang ramah, menyenangkan, dan membangun koneksi emosional, MPLS tahun ini berhasil menjadi langkah awal yang memotivasi murid baru untuk mengenali potensi, sehingga bukan hanya orientasi. ”Kami ingin menciptakan kesan pertama yang positif dan membekas. MPLS harus menjadi momen ketika murid merasa diterima, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi