BERBAGAI cara kreatif dilakukan sekolah untuk mengisi kegiatan selama Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Seperti yang dilakukan SMK Negeri 1 Pungging, pekan lalu.
Mereka menggelar bakti sosial, berupa gotong royong membersihkan makam Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging. Selain itu, siswa juga diberi pemahaman untuk menghindari perilaku negatif seperti perundungan dan judi online. Mereka didorong untuk saling menghormati, menaati peraturan yang berlaku, serta menjalankan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. ’’Pendidikan karakter tidak hanya bisa dibangun di dalam kelas, tapi juga melalui kolaborasi lintas sektor. Anak-anak butuh contoh nyata dan pemahaman langsung, yang mana merupakan bagian dari pendidikan holistik,’’ kata Kepala SMKN 1 Pungging Muharto.
Dalam momen yang sama, siswa baru juga diberi materi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Kegiatan selama lima hari menjadi peluang sekolah dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa baru yang akan menempuh pendidikan selama tiga tahun ke depan. ’’Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara siswa baru dengan teman seangkatannya, tetapi juga memperkenalkan mereka kepada seluruh warga sekolah,’’ paparnya.
Kegiatan MPLS tahun ini, harapannya dapat memberikan kesan pertama yang baik dan positif kepada siswa baru. Sehingga, dirrancang agar ramah, menyenangkan, dan tetap membangun karakter serta motivasi belajar. ’’Dengan semangat kebersamaan dan pendekatan yang hangat, diharapkan seluruh siswa baru dapat merasa nyaman dan siap mengikuti proses pembelajaran di SMKN 1 Pungging ke depannya,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi