MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan rutin tahunan yang wajib dilaksanakan di setiap jenjang pendidikan, khususnya pada awal tahun pelajaran baru. Di SMAN 1 Pacet, kegiatan ini bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku.
Untuk menciptakan suasana kondusif, menyenangkan, dan bebas dari praktik perundungan serta kekerasan, maka MPLS Ramah menjadi pedoman utama pelaksanaan kegiatan ini. Kepala SMAN 1 Pacet Nasirudin mengatakan, MPLS Ramah menekankan pada pendekatan edukatif, humanis, dan partisipatif. ’’Sehingga peserta didik baru merasa nyaman, aman, dan disambut dengan baik di lingkungan sekolah barunya. Momen ini berfungsi untuk menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif siswa baru,’’ tuturnya.
Adapun, materi dalam MPLS Ramah SMA Negeri 1 Pacet tahun 2025 antara lain Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) maupun pengenalan 8 profil lulusan. ’’Melalui 7 KAIH ini, diharapkan membangun generasi muda yang berkarakter kuat, sekaligus menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat,’’ ungkap dia.
Tak sampai di situ saja, penumbuhan motivasi maupun semangat belajar juga diterapkan selama MPLS. Adalah melalui pendekatan deep learning, maupun penyampaian materi anti judi online dan NAPZA. ’’Kedua materi ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, berdaya tahan, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap risiko modern yang dapat mengancam masa depan mereka,’’ terang Nasirudin.
Pemberian beragam materi ini, sambungnya, bagian dari upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa. ’’MPLS Ramah 2025 intinya menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan tidak ada unsur kekerasa,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi