MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Ngoro, Kabupaten Mojokerto bertemakan Ramah. Berbagai kegiatan positif digelar sebagai wujud pembiasaan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), termasuk, diajarkan mitigasi bencana alam.
Kepala SMPN 2 Ngoro Satsuana Jatiningtyas,S.Pd.,MM., mengungkapkan, MPLS dimulai dari pra MPLS yang dilaksanakan Sabtu, (12/7), mulai latihan upacara pembukaan, dan pembagian kelompok yang terinspirasi dari nama-nama planet di tata surya (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus). Hingga, akhirnya pembukaan digelar Senin, (14/7). ’’Setiap hari kegiatan MPLS dimulai dengan kegiatan salat Duha berjamaah dilanjutkan dengan kegiatan Pagi Ceria (Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa), dilanjutkan makan bekal,’’ ungkapnya.
Selain melakukan pembiasaan positif, para siswa juga diberi Wawasan Wiyata Mandala, Aku dan sekolahku (tour keliling sekolah), 7 KAIH, bijak penggunaan medsos. Selain itu ada materi LBANM (Lingkungan Belajar Aman, Nyaman, dan Menggembirakan), profil lulusan, mengenali potensi diri, bahaya judi online, anti korupsi, bahaya NAPZA, pencegahan kekerasan dan bullying, serta mengenali bakat minat. ’’Untuk materi kami bekerja sama TAGANA Kecamatan Ngoro, untuk memberikan edukasi tentang MITIGASI bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor,’’ urainya.
Selain itu sekolah juga menyosialisasikan tentang Sekolah Adiwiyata karena SMP Negeri 2 Ngoro termasuk dalam calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Mojokerto tahun 2025. Tak ketinggalan, para siswa turut dikenalkan ekstrakurikuler. ’’Di mana kakak kelas 8 dan 9 mempromosikan dan unjuk kebolehan dari seluruh ekstrakurikuler yang ada di sekolah kami,’’ jelasnya.
Meliputi, PASKIBRA SMP Negeri 2 Ngoro bernama PASCABIRAWA, pramuka (senam semaphore dari PATIHMANDARO), pencak silat (Penampilan seni tunggal putra), banjari, tari tradisional, Gemajuza (Gerakan Menghafal Juz Amma), seni lukis, penampilan menyanyi solo, penampilan volley ball dan sepak takraw, UKS (Unit Kesehatan Sekolah). (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi