Membentuk karakter dan membangun interaksi positif antarsiswa baru menjadi tujuan utama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) SMPN 1 Dlanggu. Selama lima hari, para peserta didik baru menjalani serangkaian kegiatan adaptasi sekaligus pengembangan diri.
Kepala SMPN 1 Dlanggu Eka Wahyu Hidayati, S.Pd, menuturkan, sebanyak enam kegiatan telah disiapkan bagi 320 siswa baru kelas 7, untuk dijalani selama lima hari masa MPLS sejak Senin (14/7). Pertama, memantau 7 kebiasaan anak Indonesia hebat melalui google form dengan menggandeng wali murid.
Lalu, kegiatan refleksi dengan metode home based learning bertajuk Challenge of Change dengan teknik Real (rasakan dulu, evaluasi, dan refleksi), ambil makna dari pengalaman, dan lakukan di tempat lain. Kemudian, pencegahan pornografi dan pernikahan dini dengan mengundang Genre PIK-R. Serta sosialisasi anti-Napza dengan menghadirkan pemateri dari BNN.
Lalu, menggandeng Koramil Dlanggu dalam pelatihan baris-berbaris, dan sosialisasi cara belajar efektif metode talk show bersama kakak kelas berprestasi. ”Kegiatan-kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema MPLS tahun ini. Yaitu, Ocean of Dreams, Wave of Hopes, We are Sailing Together, Growing Stronger," jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan warga sekolah dan pihak eksternal bertujuan untuk mewujudkan MPLS ramah. Yakni, menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa baru dalam masa transisi ke lingkungan sekolah baru. Sehingga potensi dan karakter terbaik peserta MPLS bisa terbentuk melalui kegiatan positif yang dijalani sejak kali pertama menginjakkan kaki di SMPN 1 Dlanggu.
”Jadi tujuannya tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga fokus pada pembentukan karakter, penyesuaian diri, dan interaksi positif antara siswa baru dengan seluruh warga sekolah,” tukasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi