Digelar Serentak, Tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten
KABUPATEN – Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa secara resmi membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) serentak se-Kabupaten Mojokerto yang dipusatkan di SDN Banjaragung 1, Kecamatan Puri, kemarin (14/7). Ning Hana menekankan agar siswa baru tidak ditarget mampu membaca dan berhitung secara langsung di hari pertama masuk sekolah ini.
Dia menuturkan, tujuan MPLS sendiri memang untuk membantu dan membersamai siswa baru dalam berproses mengenal lingkungan sekolah. Sehingga dalam MPLS perdana tersebut juga diisi dengan kegiatan parenting. ’’Tujuannya untuk membangun pemahaman wali murid. Kita sepakat penekanannya di hari pertama mereka masuk sekolah, agar bagaimana anak-anak mendapatkan keamanan, kenyamanan, dan senang. Itu yang kita fokus diorientasikan terlebih dahulu,’’ ungkapnya.
Dengan demikian, ketika anak-anak merasa tenang dan nyaman di sekolah, lanjut Ning Hana, dipastikan mereka akan siap menerima pembelajaran. Di sisi lain, pihaknya mengimbau agar wali murid maupun sekolah tidak memaksa siswa baru bisa membaca maupun berhitung. ’’Kita tidak boleh punya ekspektasi yang terlalu tinggi, seperti anak bisa baca atau berhitung. Tidak boleh menekankan progres mereka dalam hal tersebut. Tetapi, fokus bagaimana sabar berproses membersamai anak-anak,’’ imbuh ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menambahkan, pelaksanaan MPLS perdana ini serentak digelar untuk jenjang PAUD hingga SMP dengan kurun berbeda. Antara lain, di jenjang PAUD selama 18 hari, tingkat SD selama 12 hari, dan SMP lima hari.
’’Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru,’’ terangnya. Ludfi menuturkan, urgensi MPLS tahun ini terletak pada pelaksanaan asesmen awal. Oleh karenanya, di tahun ajaran 2025/2026, acuan kegiatan MPLS di Kabupaten Mojokerto dikemas melalui buku pedoman teknis MPLS. ’’Buku panduan tersebut memuat contoh-contoh pelasanaan asesmen awal bagi jenjang PAUD hingga SMP untuk memudahkan sekolah dalam pelaksanaan MPLS,’’ imbuhnya.
Sementara, Kepala SDN Banjaragung 1 Dwi Heriyati Rahayu mengungkapkan, sebagai kandidat sekolah rujukan google (KSRG), momen MPLS ini menjadi kesempatan lembaga yang dipimpin untuk menonjolkan program unggulan. Yakni, memanfaatkan Smart TV guna menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun lingkungan inklusif.
’’Di samping itu, mengacu buku panduan MPLS dari ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto, kami telah melakukan asesmen awal pada siswa baru. Hal ini agar kami bisa mengukur sejauh mana kesiapan maupun kemampuan peserta didik dalam menyambut pembelajaran,’’ paparnya.
Selain di SDN Banjaragung, Ning Hana juga mengunjungi TK Negeri Pembina I Puri. Sesi parenting diikuti orang tua kelas 1 dan 2, serta kelompok A dan B TK. Sesi ini menjadi wadah sukses terlaksananya kampanye. ”Tujuh KAIH (kebiasaan anak Indonesia hebat) yang menekankan pendidikan anak usia dini merupakan fondasi dasar dalam meraih cita-cita,” pungkas Ning Hana. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi