Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sekolah Rakyat Resmi Bergulir, Siswa Jalani Rikkes

Khudori Aliandu • Selasa, 15 Juli 2025 | 15:35 WIB
GENERASI EMAS: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa didampingi Kadinsos Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto berbincang dan memotivasi siswa Sekolah Rakyat, kemarin (14/7).
GENERASI EMAS: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa didampingi Kadinsos Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto berbincang dan memotivasi siswa Sekolah Rakyat, kemarin (14/7).

Gus Bupati: Ini untuk Memutus Rantai Kemiskinan

KABUPATEN - Sebanyak 50 siswa tidak mampu di Kabupaten Mojokerto mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada program sekolah rakyat (SR). Berkonsep asrama, meraka tidak hanya dididik pada sektor akademik, melainkan juga penguatan spiritual. Mereka juga diajarkan mandiri untuk menatap masa depan lebih cerah.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan diselenggarakannya SR di daerah ini menjadi angin segar bagi keluarga prasejahtera untuk meningkatkan status sosialnya menjadi masyarakat mampu. Baik pendidikan dan ekonomi juga akan membaik. ’’Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program ini. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan berkualitas bagi masyarakat tidak mampu,’’ ungkapnya.

Kabupaten Mojokerto menjadi satu di antara 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan 63 daerah se-Indonesia yang masuk tahap pertama untuk mengawali tahun ajaran baru 2025/2026. Setidaknya ada 50 siswa dengan dua rombongan belajar (rombel) yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan berkonsep asrama ini. Terdiri dari 22 laki-laki dan 28 perempuan.

Puluhan siswa ini hasil seleksi yang dilakukan petugas dari total 150 anak yang bersedia. Mereka merupakan keluarga prasejahtera sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). ’’Para siswa akan dicukupi terkait sumber daya manusia-nya, pendidikan dan pemberdayaan untuk orang tua. Sekolah rakyat adalah upaya untuk meningkatkan sumber daya masyarakat ekonomi bawah melalui pendidikan untuk memutus mata rantai kemiskinan,’’ jelasnya.

Tak urung mereka tidak hanya dididik pada sektor akademik, melainkan juga penguatan spiritual agar menjadi SDM unggul dan memiliki daya saing. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan karakter kepada anak. ’’Jadi kegiatan di SR juga untuk peningkatan spiritual anak-anak, maka ada guru agama yang diambil dari Kemenag. Kegiatan anak-anak di SR di awali dengan bangun jam 3 malam untuk salat tahajud dan sholat subuh berjamaah, tentunya bagi yang beragama Islam,’’ urainya.

Di lokasi ini, seluruh fasilitas disiapkan lengkap, mulai dari asrama, ruang belajar, perpustakaan, UKS, kamar tidur, hingga makan bergizi tiga kali sehari. ’’Tadi ada yang ingin jadi dokter, guru, bidan, bahkan ada juga pemadam kebakaran. Ini menandakan mereka punya semangat luar biasa dan cita-cita luhur untuk bangsa dan negara,’’ papar Gus Bupati.

Untuk mengawali ajaran baru, kemarin para peserta didik hadir bersama orang tuanya di sekolah rakyat. Mereka mendapat arahan dari orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto. Termasuk, turut menjalani pemeriksaan kesehatan (rikkes) sebagai tahapan awal. ’’Dengan berasrama, peserta didik diajarkan mandiri untuk menatap masa depan lebih cerah. Semangatnya yang terpancar, kita yakin mereka bisa mengubah nasib keluarga, bisa meningkatkan status sosialnya menjadi masyarakat mampu. Taraf pendidikan meningkat, ekonomi juga akan membaik,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Sekolah Rakyat #bupati mojokerto #gus barraa #pemeriksaan kesehatan #mpls